Ditangkap Polisi Asyik Ngemas Sabu, Diduk Terpaksa Menginap di Sel Polsek Prapat Janji

1347
Kapolsek Prapat Janji Polres Asahan AKP Zulhajri (tengah) dan penyidik Polsek, usai memeriksa tersangka, di Mapolsek Prapat Janji, Kecamatan Prapat Janji Kabupaten Asahan, Sabtu (6/5/2017). (tobasatu/Rahmadhika).

tobasatu.com, Asahan | Tengah asyik mengemas sabu – sabu bersama seorang temannya, Diduk Ariri, 33 diciduk Unit Narkoba Polsek Prapat Janji  Polres Asahan di rumahnya, di Dusun IV Desa Mekar Sari Kecamatan Buntu Pane Asahan, Sabtu (6/5/2017). Akibatnya, pemuda tanpa pekerjaan tetap itu, terpaksa menginap di sel tahanan Polsek Prapat Janji.

Sementara temannya berinisial OP berhasil melarikan diri lewat pintu belakang rumah. “Tersangka kita amankan dari rumahnya, ketika sedang mengemas sabu sabu kedalam pelastik klip  kecil, ” kata Kapolsek Prapat Janji AKP Zulhajri, kepada wartawan, Sabtu (6/5/2017).

Zulhajri mengungkapkan, bahwa selain mengemas sabu sabu, tersangka bersama rekan rekannya sedang berpesta menikmati sabu sabu. Di lokasi kejadian, ditemukan 2 paket kecil sabu sabu dan  3 set alat isap sabu. “Diduga, mereka juga sedang berpesta sabu sabu saat digerebek. Ada 3 alat isap sabu sabu di TKP (tempat kejadian perkara),” ujarnya.

Dari informasi warga, lanjutnya, tersangka dan teman temannya diketahui sering berkumpul dirumah tersangka. Warga menaruh curiga, karena banyak pemuda yang  datang ke rumah tersangka. “Karena merasa resah dan curiga, warga lalu melapor. Laporan warga, kami tindak lanjuti, sampai akhirnya berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti,” katanya.

Saat ini tersangka masih dalam penahanan pihaknya, untuk selanjutnya diserahkan ke Sat Narkoba Polres Asahan. “Kasusnya masih dalam penyelidikan. Tersangka masih dimintai keterangan, untuk mengetahui dari mana barang haram itu didapatkan tersangka,” tutupnya.

Sementara itu, tersangka mengaku sudah 5 bulan menjalankan bisnis haram ini. Katanya, sabu tersebut disuplai bandar berinisial AT, warga Provinsi Aceh. “Aku cuma menjualkan saja bang. Habis barang dulu, baru bayar. Barangya, kubeli dari AT. Dalam 1 gram, biasanya bisa dapat untung  Rp 200.000,” akunya. (ts-20).

BACA JUGA  Kalangan Kelas Menengah Kerap Jadi Target Sindikat Narkoba
Loading...
loading...