Jambret HP Babak Belur Dihajar Massa di Belawan

448
Tersangka Aidi Gunawan Lubis, pelaku ambret HP sedang digiring di atas kursi roda. (foto : tobasatu.com/ Lee).

tobasatu.com, Medan |  Labuhan I Tersangka Aidi Gunawan Lubis (30), penduduk Jalan Selar Pajak Baru  Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, babak belur dihajar masa, Kamis (18/5/2017).

Babak belurnya tersangka, karena melakukan aksi jambret bersama temannya di Titi Gantung penyeberangan antara perbatasan Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan dengan Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan.

Kapolsekta Medan Labuhan Kompol Yasir Ahmadi kepada wartawan menjelaskan, ketika korban  Indah Puspita Sari (19) penduduk Jalan Young Panah Hijau, Gang Sapta Lingkungan XI Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan,  melintas di titi gantung penyeberangan tersebut, tersangka Aidi Gunawan Lubis bersama temannya yang belum diketahui jati dirinya mulai melakukan aksinya dengan cara memeluk korban dari belakang, kemudian mengambil telepon seluler milik korban dari dalam tasnya.

Begitu korban dipeluk langsung menjeritkan maling, akibat jeritan tersebut guna menyelamatkan diri tersangka Aidi Gunaawan Lubis, langsung terjun ke Sungai Deli guna menyelamatkan diri, sedangkan temannya melarikan diri ke arah Pekan Labuhan.

Namun nasib sial bagi tersangka Aidi Gunawan Lubis, ketika sedang berada di Sungai Deli, dirinya dipukuli masa nelayan yang baru pulang melaut hingga babak belur, sehingga tersangka  mengalami luka sobek di kepala dan mengalami luka-luka di bagian wajah.

Setelah korban tidak berdaya, lalu masa menaikkannya ke daratan dan kemudian melaporkan kepada petugas Polsekta Medan Labuhan, begitu menerima laporan petugas Polsekta Medan Labuhan langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan tersangka dalam keadaan tidak sadarkan diri, kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat.

Setelah dilakukan penyidikan terhadap tersangka, keluarga tersangka datang ke Mapolsekta Medan Labuhan, meminta izin agar tersangka dapat dirawat kembali ke rumah sakit.

Atas perbuatannya tersangka telah melanggar Pasal 363 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara. Sedangkan teman tersangka yang berhasil melarikan diri sedang dicari aparat kepolisian. Korban Indah mengaku mengalami kerugian Rp3.500.000. (ts – 14)