Umat Islam Diminta Selektif Pilih Produk Makanan

341

tobasatu.com, Medan | Umat Islam diminta selektif dalam memilih produk makanan, sehingga tidak terjebak mengkonsumsi makanan yang tidak halal.

Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) serta Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BP POM) juga diminta pro aktif dalam melakukan pengawasan dan tidak mempermudah masuknya produk-produk dari luar, dengan mengabaikan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Bagi umat muslim harus selektif dalam memilih produk-produk makanan. Jika tidak ada label halal dari MUI maka jangan dikonsumsi,” tutur Anggota Komisi E DPRD Sumut HM Nezar Djoeli, Senin (19/6/2017), menanggapi temuan balai POM soal peredaran produk mie instan dari Korea yang mengandung lemak babi.

Menurut Nezar, Disperindag harus segera menertibkan keberadaan produk mie instan non halal tersebut.

Jika memang sudah terbukti non halal, maka harus diberi informasi yang jelas kepada masyrakat soal ketidakhalalannya.

“Harapan kita sita semua produk non halal yang beredar di supermarket kelas menengah ke atas yang memasarkan produk-produk non halal tersebut,” ujarnya.

Nezar juga mengimbau kepada rekan-rekannya yang duduk di DPRD Kota Medan untuk segera memahami kebutuham umat muslim, dengan mempercepat pengesahan Perda Produk Halal dan Higienis yang saat ini tengaj digodok.

“Perda ini bukan persoalan SARA atau tidak tapi merupakan kebutuhan umat muslim. Kami mendorong agar perda produk halal bisa segera disahkan. Agar kami di povinsi dapat segera belajar dari Perda Kota Medan, sebut Nezar.

Sebagaimana diketahui, BPOM akan mencabut izin edar empat produk mi instan asal Korea. Sebab, keempat produk tersebut mengandung fragmen DNA spesifik babi, tetapi tidak dicantumkan peringatan “mengandung babi” pada kemasannya.

Keempat produk yang mengandung babi dan akan dicabut nomor izin edarnya itu yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen. (ts-02)

BACA JUGA  Warga Medan Keluhkan Persoalan Tanah Wakaf
Loading...
loading...