Ada Pembohongan Publik di Festival Durian Kota Medan

436
Walikota Medan Dzulmi Eldin saat membuka Festival Durian di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (Kamis/7/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Festival Durian Kota Medan yang digelar Dinas 6-8 Juli di Lapangan Merdeka Medan telah mencoreng nama Pemerintah Kota Medan.

Pasalnya, meski telah menggunakan dana APBD Kota Medan, namun pihak panitia penyelenggara dalam hal ini Dinas Pariwisata masih mengutip biaya masuk sebesar Rp60 ribu per orang dan tambahan biaya sebesar Rp30 ribu per kilogram untuk durian yang dimakan.

Menurut Anggota DPRD Sumut HM Nezar Djoeli, Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pariwisata telah melakukan pembohongan publik. Sebab, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-427 Kota Medan itu tidak sesuai dengan iklan yang telah digembor-gemborkan.

“Saya sebagai anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Medan merasa prihatin dengan kegiatan yang mencoreng muka Walikota Medan akibat ulah dari Kepala Dinas yang dipercayakan oleh walikota sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota khususnya di Dinas Pariwisata,” sebut Nezar Djoeli kepada tobasatu.com, Minggu (9/7/2017).

Politisi Partai NasDem itu mengatakan, Medan yang juga kota metropolitan ini dalam refleksi setahun belakang ini harus berbenah di segala sektor. Masih banyak janji – janji ataupun PR yang tertunda dalam agenda pembangunan di Kota Medan khususnya di kawasan Medan Utara.

“Persoalan infrastruktur yang tak kunjung selesai di dalam agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota yang telah disusun dalam agenda pembangunan kota masih banyak yang belum terealisasi lagi bahkan sekarang muncul persoalan baru dgn kegiatan yang merupakan pembohongan publik dalam acara hari ulang tahun Kota Medan ke 427,” sebutnya.

Nezar meminta kepada walikota dan wakil walikota agar mengevaluasi kepala dinas yang tidak mampu bekerja sama dengan pemerintahan kota supaya  tidak ada yang mencoreng wajah para pemimpin kota yaitu walikota dan wakilnya.

BACA JUGA  [video] Kegiatan Hari Raya Idul Adha

“Beri masukan yang konstruktif kepada walikota dan jangan asal bapak senang aja, karena walikota dan wakilnya juga mempunyai agenda kegiatan yang padat dalam menjalankan roda pemerintahan. Sesungguhnya tanpa koreksi dari SKPD terkait maka seluruh kegiatan yang ada di Kota Medan ini akan menimbulkan preseden yang buruk terhadap pemimpinnya di Kota Medan,” sebut Nezar. (ts-02)

Loading...
loading...