Investor Denmark Berminat Bangun Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan di Sumut

805
Investor asal Denmark ketika bertemu dengan Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung, Selasa (11/7/2017), guna menyampaikan keinginannya untuk menanamkan investasi berupa pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan. (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Investor asal Denmark berminat menanamkan investasi di Sumatera Utara, dengan membangun pembangkit listrik ramah lingkungan.

Menurut Wakil Gubernur Nurhajizah Marpaung, teknologi baru energi alternatif yang mengkombinasikan energi matahari, angin, panas dan air dalam satu unit yang ditawarkan investor Denmark ini sangat dibutuhkan di kawasan terpencil.

Hal itu disampaikan Nurhajizah saat menerima calon investor yang berminat membangun pembangkit listrik alternatif tersebut di Sumatera Utara, Selasa (11/7/2017) di ruang kerjanya. Hadir pengembang teknologi asal Denmark Mr Henrik Pryter, DR konsultan yang juga penajar Universitas Utara Malaysia Zulkefli Mahpol, investor lokal Prof Johar Arifin dan Wahidin Sitompul.

“Teknologi pembangkit listrik alternatif seperti ini sangat butuhkan masyarakat, terutama yang berada di pulau kawasan terpencil atau pulau terluar,” kata Nurhajizah setelah mendengarkan paparan. Terlebih lagi, teknologi pembangkit listrik yang ditawarkan ramah lingkungan dan lebih murah pula.

Dia juga mengungkapkan harapannya agar ke depannya pembangunan bisa dilaksanakan di kawasan terpencil yang masih mengalami krisis energi listrik seperti di pedesaan terpencil maupun di Kepulauan Nias.

Dalam kesempatan itu, Wahidin Sitompul menjelaskan bahwa pihaknya bersama penemu Denmark Hendrik Pryter berencana membangun pembangkit listrik teknologi alternatif yang ramah lingkungan dan lebih murah dan berkelanjutan.

“Untuk tahap awal kami akan  berencana membangunnya di Stabat, Langkat dan Kawasan Industri Medan dengan kapasitas masing-masing 10MW,” sebutnya.

Dijelaskannya, pembangunan pembangkit membutuhkan lahan yang luas. Teknologi tersebut lebih baik dari solar cell dimana setiap 0,8 ha lahan dapat menghasilkan 10 MW listrik. “Ini cocok untuk menggantikan solar cell yang mahal dan tidak bertahan lama,” katanya.

Kembali Wahidin menambahkan pihaknya dalam upaya memohon dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemkab terkait untuk mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi. “Kami berharap ada dukungan dari Pemprovsu dan Pemkab/Pemko terkait,” katanya.

BACA JUGA  Investor di Pasar Modal Mengalami Pertumbuhan Signifikan

Menjawab tersebut, Nurhajizah mengatakan pihaknya sangat menyambut baik rencana investasi  dimaksud. Dia menawarkan pertemuan lanjutan untuk membahas percepatannya dengan mengundang pihak terkait seperti Pemkab/pemko, PLN dan lainnya.

“Kami akan segera follow up dengan mengundang  pihak-pihak yang agar bisa segera direalisasikan,” kata Nurhajizahs. (ts-02)