Keluarga Korban Pembunuhan Minta Pelaku Dihukum Berat

2334
korban pembunuhan di Dusun III Desa Lobu Roppa Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan

tobasatu.com, Asahan | Pihak keluarga Nursi Br Sirait, salah satu korban pembunuhan di Dusun III Desa Lobu Roppa Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan meminta kepada pihak kepolisian agar pelaku dihukum berat.

(BacaDua Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas dengan Luka Tusukan)

“Pembunuhan yang menimpa mamak kami itu sudah diluar kemanusiaan. Pelakunya harus dihukum berat,” kata salah satu anak korban, Adhi Manik disela prosesi pemakaman, Rabu (12/7/2017).

(BacaKapolres Asahan Hadiri Prosesi Pemakaman Korban Pembunuhan)

Bahkan pada prosesi pemakaman, anak korban lainnya berteriak histeris meminta pelaku dibakar hidup hidup. “Bakar hidup hidup dia Pak Kapolres,” teriaknya, saat Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga memastikan akan mengungkap kasus pembunuhan tersebut dengan cepat.

korban pembunuhan di Dusun III Desa Lobu Roppa Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan 1
Salah satu anak Nursi Br Sirait, salah satu anak korban pembunuhan Adhi Manik, ketika memberikan keterangan kepada wartawan, usai pemakaman di Dusun III Desa Lobu Rappa Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan, Rabu (12/7/2017).

Adhi mengaku, bahwa pihak keluarga tidak mengetahui kenapa orang tua mereka dihabisi dengan cara tidak manusiawi. “Kami berharap pelakunya cepat ditangkap,” katanya.

Sementara itu, Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Nursi Br Sirait, salah satu dari dua korban pembunuhan yang terjadi di Dusun III Desa Lobu Roppa Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan, Rabu (12/7/2017).

Nursi bersama temannya, Klara Br Siallagan tewas bersimbah darah didalam kamar, Selasa (11/7/2017). Warga sekitar, khususnya anggota keluarga tampak menitikkan air mata menyaksikan jenazah Nursi terbujur kaku, di dalam keranda.

Nursi dimakamkan di taman pemakaman milik keluarga, jarak 60 meter dari rumah korban. Sedangkan Klara Br Siallagan di makamkan di Pematang Siantar. (ts-20).

BACA JUGA  Tak Terima Dituduh Sebagai Tukang Santet, Bagong Gorok Leher Junaidi