Pembunuhan 2 Wanita Paruh Baya di Asahan, Ini Motifnya

549
Lima tersangka pembunuhan dua wanita paruh baya saat berada di Polres Asahan, Rabu (12/7/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Asahan l Dua wanita paruh baya, Nursi Br Sirait dan Klara Br Siallagan tewas mengenaskan di dalam kamar rumahnya. Klara diketahui sering menginap di rumah Nursi, karena telah berpisah rumah dari suaminya selama lebih kurang 6 tahun, akibat hubungan rumah tangga yang tidak harmonis.

Pembunuhan kedua wanita bersahabat itu telah direncanakan sebelumnya oleh otak pelaku, Nurhasanah Siregar, orang kepercayaan Klara Br Siallagan dalam menjalankan bisnis peminjaman uang.

Nurhasanah merencanakan menghabisi Klara, untuk menutupi kecurangannya karena ketahuan memanipulasi data keuangan bisnis pribadi tersebut. Hal itu terungkap dalam pemaparan kasus di Polres Asahan, Kisaran, Rabu (12/7/2017).

“Motifnya adalah untuk menutupi ketakutan otak pelaku (Nurhasanah), karena ketahuan memanipulasi data keuangan, usaha peminjaman uang milik Klara Br Siallagan”, kata Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga, didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara, Kanit Jatanras IPDA M Khomaini.

Kapolres mengungkapkan, pembunuhan itu telah direncanakan sebelumya oleh Nurhasanah. Rencana itu pertama kali diungkapkan Nurhasanah kepada kekasihnya, Nardi Pasaribu. Mereka menyusun rencana dan mengatur rencana dan strategi untuk menghabisi nyawa korban.

“Setelah itu, Nardi mengajak Akhmad Bukhori dan Rudi Purba untuk menjalankan rencana yang telah disusun,” katanya. “Namun, sebelum mengeksekusi korban, para pelaku lebih dulu mengintai aktivitas korban”, sambungnya.

Setelah waktu dianggap tepat,  pada Senin (10/7/2017) dini hari, para pelaku mendatangi rumah Nursi di Dusun III Desa Lobu Roppa. Saat itu kedua korban sedang tertidur pulas  di dalam satu kamar.

“Jadi saat itulah nyawa kedua korban dihabisi. Target awal adalah, Klara Br Siallagan. Namun, Nursi juga turut dihabisi untuk menghilangkan saksi mata,” ungkapnya.

Tidak hanya menghabisi nyawa korban, para pelaku juga turut mengambil barang barang milik korban, yakni 2 telepon seluler dan 1 unit sepeda motor milik Klara. “Kedua korban, pertama kali  diketahui tewas oleh putra Klara, Parlin, keesokan harinya, sekitar pukul 03.00WIB, Selasa (11/7/2017),” ujarnya.

Keempat tersangka telah berhasil diringkus pihak kepolisian, beserta dengan seorang penadah barang barang hasil curian, Agus Salim, secara terpisah. “Berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka dibayar Rp5.000.000, dan baru dipanjar sebesar Rp1.750.000,” katanya.

Sementara itu, Nurhasanah mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena takut setelah kecurangannya memanipulasi data keuangan usaha peminjaman uang milik korban diketahui. “Uang nya sudah banyak kupakai bang. Makanya pembukuannya ku robah. Karena, tak ada uangku kalau disuruh mengembalikannya”, kata Nurhasanah.

Kendati demikian, Nurhasanah enggan menyebutkan berapa jumlah uang yang telah dipakainya itu. “Engga tau lagi aku jumlahnya bang. Pokoknya, banyaklah bang,” pungkasnya. (ts-20)