DPRD Sumut Sesalkan, Terdakwa Kasus Sabu Anak Bupati Ancam Wartawan di PN Medan

486
OK Muhammad Kurnia Aryeta alias Koko yang diketahui merupakan putra dari Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen mengancam wartawan yang bertugas meliput di PN Medan. (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Kalangan DPRD Sumut sangat menyesalkan perilaku OK Muhammad Kurnia Aryeta alias Koko terdakwa kasus sabu yang disebut-sebut salah satu putra bupati di Sumut yang sempat mengejar dan mengancam wartawan yang sedang meliput sidangnya  di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada, Kamis (13/7/2017).

Hal itu diungkapkan Bendahara F-PDI Perjuangan DPRD Sumut Drs Baskami Ginting kepada wartawan, Jumat (14/7/2017) ketika dihubungi melalui telepon, menanggapi sikap terdakwa kasus sabu yang disebut-sebut putra bupati mengancam dan mengejar wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya di PN Medan.

“Perilaku dan tindakan yang dipertontonkan putra salah seorang bupati tersebut sangat tidak beretika, tapi cederung bergaya premanisme terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya di PN Medan. Kejadian ini tidak bisa ditoleril, wartawan yang menjadi korban ancaman itu bisa mengadukan masalah ini ke jalur hukum,” ujar Baskami.

Baskami meminta PN Medan untuk secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut dengan wartawan yang menjadi korban intimidasi.

Jika tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, lembaga legislatif mendukung wartawan untuk segera menempuh jalur hukum dengan mengadukan putra bupati tersebut, agar kasus serupa tidak terulang kembali.

“PN Medan tempat mencari keadilan, jangan lagi dikotori oleh oknum  bergaya premanisme. Mari kita jaga kekondusifan dalam persidangan. Kalaupun ada  kesalahan yang dibuat wartawan dalam peliputan, ada undang-undang mengaturnya, bukan menerapkan gaya premanisme dengan mengejar dan mengancam wartawan,” tandas Baskami.

Perlu diketahui, ujar Baskami yang juga anggota dewan Dapil Medan ini,  wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh undang-undang dan barangsiapa yang menghalang-halangi tugas jurnalistik,  nyata-nyata telah melawan hukum serta melanggar UU No40/1999 tentang Pers maupun undang-undang tenteng keterbukaan informasi publik. Ancamannya hukuman penjara dan denda.

BACA JUGA  Razia Cipta Kondisi Polisi Berhasil Jaring Dua Pemilik Sabu

Sebelumnya, saat persidangan Kamis (14/7), terdakwa kasus sabu OK Muhammad Kurnia Aryeta alias Koko yang diketahu merupakan putra dari Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen itu sempat mengancam dan mengejar wartawan yang meliput sidangnya.

“Apa kau? Mau mati kau,” kata putra kedua bupati tersebut dengan mata melotot terhadap wartawan, karena merasa tidak senang dengan kehadiran para jurnalis meliput sidangnya di Ruang Cakra VI PN Medan itu.

Ulah gaduh OK Muhammad Kurnia Aryeta ini tidak berhenti disitu saja. Bahkan terus melontarkan ancaman dengan perkataan ingin menghajar wartawan. “Kau lihat nanti ya,” ancam Koko yang saat itu langsung diboyong pengawal tahanan (Waltah) menuju sel sementara PN Medan. (ts-02)

Loading...
loading...