Ketua DPRD Sumut ‘Disandera’ Pengungsi Lau Cih

841
Warga Desa Lau Cih, Simalingkar A menarik-narik baju ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Selasa (25/7/2017). Warga meminta Wagirin memenuhi tuntutan warga yang menginginkan perlindungan dari aparat keamanan. (tobasatu.com/ist).

tobasatu.com, Medan | Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman ‘disandera’ oleh puluhan warga dari Simalingkar A Desa Lau Cih Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, yang sejak dua hari terakhir menduduki Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (24/7/2017).

Warga meminta Wagirin menanggapi tuntutan mereka, yang menginginkan perlindungan karena diintimidasi sekelompok preman bertopeng, gara-gara  menolak meninggalkan 850 hektare tanah ulayat keturunan Sibayak Lau Cih yang diklaim oleh PTPN II sebagai lahan HGU-nya.

Sekelompok warga sempat menunggu Wagirin di depan ruang kerja Ketua DPRD Sumut di lantai dua gedung dewan. Namun hingga hampir satu jam menunggu, politisi Partai Golkar itu tak kunjung keluar menemui warga.

Sejumlah warga yang umumnya ibu-ibu pun menjadi histeris. Mereka menangis meraung-raung, meminta agar Wagirin keluar menemui mereka. Namun keinginan itu tidak ditanggapi Wagirin.

Melihat itu warga langsung mengejar Wagirin Arman dan menarik-narik bajunya, namun berkat pengawalan petugas keamanan, Wagirin berhasil keluar dan meninggalkan gedung dewan.

“Kami minta Ketua untuk menelpon aparat untuk menarik pasukan dan menghentikan pembongkaran, tapi ia (Wagiri) menjawab bentuk komunikasi di DPRD Sumut tidak seperti itu,” ucap seorang warga.

Terpisah, anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan yang masih di lokasi ketika itu menyebutkan seharusnya surat rekomendasi yang ditandatangai ketua DPRD Sumut tersebut memiliki kekuatan dan tidak bisa dikangkangi oleh pihak PTPN II.

“Ini institusi negara resmi yang diatur dalam UUD dan UU. Jika tidak dihargai, siapa lagi yang mereka dengarkan? tidak diakuinya surat itu merupakan bentuk pelecehan kelembagaan. harusnya Ketua DPRD menggunakan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah agar atas nama rakyat Sumut meminta aparat menarik pasukan sementara demi menciptakan suasana kondusif,” ujarnya.

BACA JUGA  Penetapan Sutarto Sebagai Ketua DPRD Sumut Diparipurnakan

Masyarakat Desa Lau Cih sebelumnya mengungsi ke Gedung DPRD Sumut karena merasa kehidupannya  terancam jika tetap tinggal di Desa Lau Cih tanpa ada jaminan keamanan dari lembaga legialtif maupun Kapoldasu. Sebab kelompok preman yang mengatasnamakan tim pembersihan lahan HGU PTPN II tersebut tidak segan-segan menyeret warga, jika tetap bertahan di atas tanah adat keturunan Sibayak Lau Cih. (ts-02)