Pesan Sabu Dari Lapas, Wanita Diduga Pengedar Sabu Dibekuk

1318
Kapolsek Kota Kisaran Polres Asahan, IPTU Tombak Samosir didampingi Kanit Narkoba IPDA Syamsul Adhar bersama tiga tersangka narkoba, dalam pemaparan kasus di Polsek Kota Kisaran
Kapolsek Kota Kisaran Polres Asahan, IPTU Tombak Samosir didampingi Kanit Narkoba IPDA Syamsul Adhar bersama tiga tersangka narkoba, dalam pemaparan kasus di Polsek Kota Kisaran, Rabu (26/7/2017).

tobasatu.com, Asahan | Polsek Kota Kisaran Polres Asahan berhasil meringkus 3 tersangka narkoba. 1 diantaranya seorang wanita, diduga sebagai pengedar. Ketiga tersangka tersebut ditangkap terpisah, Rabu (26/7/2017).

Adapun ketiga tersangka yakni berinisial EM, 36 warga jalan Syech Hasan Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Sedangkan dua tersangka lainnya warga Pulo Simardan Kota Tanjungbalai, yakni MN, 21dan NP, 23.

“Salah seorang dari dua tersangka, EM, diduga pengedar. Sedangkan dua tersangka lainnya diduga sebagai kurir”, kata Kapolsek Kota Kisaran Polres Asahan IPTU Tombak Samosir dalam pemaparan kasus di Polres Asahan, Kisaran Rabu (26/7/2017).

Kapolsek mengungkapkan, EM adalah orang yang pertama kali diamankan petugas. Wanita yang dikenal licin dalam menjalankan bisnis haramnya itu dibekuk dirumahnya. “EM Tertangkap tangan menyimpan 1 paket kecil sabu sabu. Setelah itu kasusnya kita kembangkan”, katanya.

Dari hasil pengembangan kasus, kemudian petugas mengamankan dua tersangka lainnya, MN dan NP. Kedua warga Kota Tanjungbalai itu diamankan petugas saat mengendarai sepeda motor berboncengan dari arah Tanjungbalai menuju arah Kisaran.

“Dari kedua tangan tersangka, petugas menyita 20 gram butiran kristal putih diduga sabu sabu. Sabu sabu itu disimpan dalam sebuah kotak rokok”, ungkapnya.

Dari hasil keterangan tersangka, Kapolsek menerangkan, bahwa sabu seberat 20 gram itu merupakan pesanan EM. EM memesan dari salah seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pulo Simardan Tanjungbalai berinisial Indra.

“Si EM memesan kepada si Indra. Jadi yang mengantarkannya si MN dan NP ini”, terang Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, bahwa pihaknya akan menyerahkan para tersangka dan barang bukti kepada Satnarkoba Polres Asahan, guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, EM mengakui barang haram tersebut adalah pesanannya. “Memang pesananku bang. Tapi aku enggak kenal orangnya. Aku cuma tau namanya. Kalau memesan barang pakai telepon saja”, katanya. (ts-20)

BACA JUGA  Anggota Dewan dan Staf DPRD Labura Juga Harus Dites Urine
Loading...
loading...