Dewan Minta PTPN III Ikut Tanggung jawab Atasi Banjir di Desa Sei Dadap

417
Dewan Minta PTPN III Ikut Tanggung jawab Atasi Banjir di Desa Sei Dadal
Keluarga korban banjir saat berada diatas tempat tidur, diatas genangan air di Dusun V Desa Sei Dadap Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan, Senin (11/9/2017) malam.

tobasatu.com, Asahan | Pengendalian banjir khususnya di Desa Sei Dadap Kecamatan Kabupaten Asahan bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan semata.

Selain pemerintah, pihak perusahaan perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PN) III Sei Dadap juga harus ikut bertanggung jawab dalam menangani persoalan banjir yang kerap menimpa warga setempat.

Permintaan itu disampaikan Ketua Fraksi Kedaulatan Umat DPRD Asahan, Henri Siregar, menyikapi persoalan banjir yang sering terjadi di Desa Sei Dadap, khususnya di Dusun I, II, III dan V, kepada tobasatu.com, di Kisaran, Selasa (12/9/2017).

“Perkebunan PT PN III Sei Dadap sudah seharusnya ikut bertanggung jawab atas persoalan banjir di Desa Sei Dadap melalui program CSR (corporate social responsibility)-nya,” kata Henri.

Henri mengatakan, tanggungjawab sosial itu hendaknya terintegrasi menjadi sebuah perhatian perusahaan terhadap permasalahan daerah sekitar, dimana tempat perusahaan berdiri. “Jadi, jangan hanya mengambil keuntungan saja. Tanggung jawab sosialnya juga harus dilakukan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi Demokerat, Irwansyah Siagian. Ia bahkan menuding PT PN III kurang peka atas persoalan banjir yang menimpa warga. Persoalan banjir di Desa Sei Dadap bukan baru sekali terjadi, melainkan telah berulang kali, khususnya pada saat musim penghujan tiba.

“Setiap tahun, banjir terus melanda desa. Artinya, perusahaan kurang peka. Bagaimana mungkin pihak perusahaan tidak mengetahui sering terjadi banjir, di desa yang letaknya berdampingan dengan lahan perkebunan perusahaan?,” tanyanya.

“Seharusnya, bantuan CSR diarahkan guna mengatasi banjir di daerah tersebut. Misalnya, pembuatan parit, gorong gorong, atau bahkan pengorekan Sungai Belidah, sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banjir,” sambungnya.

Untuk Itu, Irwansyah berharap kepada manajemen PT PN III Sei Dadap agar bantuan CSR yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran. “Jadi, pemberian bantuan CSR jangan hanya melepaskan tanggungjawab saja. Melainkan, bantuan hendaknya bermanfaat dan sangat dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

BACA JUGA  Diterpa Hujan dan Angin Kencang Pohon Timpa Mobil di Medan

Terpisah, Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN III Sei Dadap Arif Husni mengaku bahwa tanggung jawab sosial yang diberikan kepada Desa Sei Dadap terus dilakukan. Bantuan CSR diberikan dalam bentuk sembako kepada warga, kebutuhan rumah ibadah, dan kebutuhan kantor Desa Sei Dadadap dan bantuan bantuan lainnya.

“Tapi, kalau CSR dalam bentuk pembangunan parit, gorong gorong, atau yang sifatnya untuk pengendalian banjir, belum ada. Karena setahu saya tidak pernah diusulkan desa,” katanya.

Selain itu, kata dia, bantuan CSR yang diberikan kepada masyarakat telah ditentukan, tergantung keputusan manajemen yang lebih tinggi di PTPN III. “Kalau yang disini (Sei Dadap), kan cuma unit. Yang menetapkan itu direksi. Begitupun, kalau ada usulan masyarakat, akan kita sampaikan ke direksi,” pungkasnya. (ts-20)

Loading...
loading...