Akhir Kwartal III, Pajak Daerah Asahan Capai 56,5 Persen

548
Ilustrasi Pajak Daerah
foto ilustrasi

tobasatu.com, Asahan l Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya menggenjot perolehan pajak daerah guna mencapai target 2017 sebesar Rp. 40.304.737.319.  Hingga akhir Kwartal III, salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) itu telah mencapai Rp. 22.771.868.286 atau 56,5 % dari target.

“Hingga 15 September, perolehan pajak daerah mencapai Rp. 56,50 % dari target. Dan kita (BPPD), akan terus berupaya dan optimis untuk mencapai target hingga akhir tahun,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Asahan Mahendra, melalui Kabid Penagihan Alpan Rezeki, kepada tobasatu.com, di Kisaran, Rabu (20/9/2017).

Adapaun realisasi penerimaan pajak itu diperoleh dari 11 sumber pajak, yaitu, dari Pajak Peneranagan Jalan (PPJ) sebesar Rp. 11.036.341.000; Pajak Bumi Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan Rp. 7.301.656.979; Pajak Hotel sebesar Rp. 233.586.623; dan Pajak Restauran sebesar Rp. 565.396.339.

Kemudian, Pajak Hiburan Rp. 228.135.533; Pajak Reklame Rp. 423.444.634; Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp. 529.176.000; Pajak Parkir Rp. 14.560.000; Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp. 1.437.807.521; dan Pajak Air Tanah Rp. 1.001.763.657. Sementara perolehan dari Pajak Walet, nihil.

Menurut Alpan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mendongkrak perolehan pajak, yaitu melalui Pajak Bumi Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan, termasuk Pajak Hotel dan Restauran. Pihaknya terus melakukan sosialisasi secara langsung (door to door) ke masyarakat  (wajib pajak) guna meningkatkan kesadaran membayar pajak. “Alhamdulillah. Kesadaran masyarakat untuk membayar PBB meningkat,” katanya.

Perolehan pajak PBB, kata Alpan telah mencapai 57,95 % dari target sebesar Rp. 12.600.000.000. Kontribusi PBB terhadap realisasi pajak daerah adalah 32%. “Perolehan PBB merupakan urutan dua tertinggi setelah PPJ,” sebutnya.

Kepada wajib pajak, Alpan mengimbau supaya segera membayarkan pajaknya. Sebab, pajak yang dibayarkan merupakan salah satu sumber PAD yang akan digunakan untuk pembangunan di Asahan. “Kepada masyarakat, kita imbau supaya membayar pajak dan tepat waktu. Karena, manfaat pajak akan kita rasakan bersama melalui pembangunan,” tandasnya.

BACA JUGA  80 Kades di Asahan Terima Bantuan Sepeda Motor

Terpisah, Ketua Fraksi Kedaulatan Umat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asahan Henri Siregar meminta BPPD agar terus berupaya mencapai pajak daerah sesuai dengan yang ditargetkan. Sebab, perolehan penerimaan pajak daerah itu dinilai masih rendah, mengingat waktu tutup tahun tinggal 3 bulan lagi.

“Kalau pencapainnya masih 56,50 %, itu belum optimal. Idealnya, penerimaan pajak sudah harus masuk 65 %,” kata Henri.

Untuk itu, Politisi dari Partai Keadilam Sejahtera (PKS) itu berharap BPPD Asahan supaya meningkatkan kemampuan administrasi, perencanaan dan pengawasan keuangan dalam menggali potensi yang ada. Sehingga potensi pajak daerah yang ada tidak menguap.

“Terutama masalah pengawasan penagihan. Harus diawasi dengan ketat, supaya penyimpangan keuangan dapat diminimalisir. Sehingga, setiap penerimaan pajak yang diperoleh, disetor sesuai dengan potensinya,” pungkasnya. (ts-20).

Loading...
loading...