Makna Hari Pahlawan Menurut Tokoh Muda Sumatera Utara

235
Musa Rajeckshah (Ijeck). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Setiap tanggal 10 November rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan, untuk mengenang jasa-jasa para pendahulu bangsa. Berbagai cara, yang tentunya positif, dilakukan oleh banyak orang di Indonesia untuk merenungi makna dari salah satu hari besar dan penting itu.

Lantas bagaimana tokoh muda Sumatera Utara Musa Rajeckshah yang akrab disapa Ijeck memaknai peringatan Hari Pahlawan?. Menurut Ijeck, alangkah lebih baik, jika memaknai Hari Pahlawan itu tidak sekedar berhenti pada kegiatan-kegiatan yang seremonial. Sebaliknya, makna Hari Pahlawan harus selalu dijadikan sebagai pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk mempertahankan kemerdekaan dan memajukan Indonesia.

ā€œMemaknai dan memperingati Hari Pahlawan jangan hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Kita semua, seluruh rakyat Indonesia, harus mampu menjadikan makna Hari Pahlawan sebagai pemicu bagi kita untuk bersatu mempertahankan kemerdekaan dan memajukan negara maupun daerah,” kata Ijeck, Kamis (10/11/2017) di Medan sambil menyebutkan, setiap orang dapat dan harus menjadi pahlawan, minimal untuk orang di sekitarnya.

Agar makna Hari Pahlawan benar-benar selalu menjadi pengingat bagi rakyat Indonesia atas betapa pentingnya arti sebuah kemerdekaan itu, Ijeck menyarankan seluruh pihak yang berkapasitas untuk memperbanyak publikasi tentang dokumentasi yang menceritakan kisah dan perjuangan para pahlawan Indonesia.

“Cerita atau dokumenter tentang perjuangan para pahlawan penting untuk diputar kembali, sesering mungkin, tidak hanya di momentum peringatan Hari Pahlawan ini saja. Supaya kita saat ini menghargai bahwa kita terlahir dan merdeka, butuh pengorbanan. Supaya generasi muda juga punya semangat dan cita-cita meneruskan perjuangan pahlawan, dengan cara berkontribusi dalam menjadikan indonesia lebih baik lagi dari sekarang,” jelasnya.

Terkhusus untuk masyarakat Sumatera Utara yang majemuk, terdiri dari beragam agama dan budaya, dapat mencontoh para pahlawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang saat itu juga terdiri dari beragam agama dan budaya.

BACA JUGA  Danlantamal-1 Laksanakan Tabur Bunga di Perairan Belawan

“Pahlawan kita dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan mengedepankan persatuan. Bukan tanpa rintangan, para penjajah baik belanda maupun jepang, mencoba memecah belah persatuan itu. Namun akhirnya dengan semangat dan jiwa kepahlawanan, para pahlawan kita yang berasal dari daerah, budaya, dan agama berbeda semakin erat persatuannya,” ungkapnya.

Semangat persatuan pahlawan itu, jika diteladani oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara, maka perpecahan dapat dihindari dan kemajuan daerah pun akan segera direbut.

“Semangat persatuan para pahlawan kita itu tentunya harus menjadi teladan bagi kita, para generasi penerus bangsa, terutama pemuda, untuk bersatu membangun negara dan daerah. Karena sekarang tidak ada penjajah, jadi jiwa kepahlawanan kita bisa diwujudkan dengan hal ini,” ujar Ijeck yang juga merupakan Ketua Yayasan Haji Anif, yayasan yang aktif menjalankan misi-misi sosial itu. (ts-17)

Loading...
loading...