Sagala Tewas Ditikam Abang Kandung Sendiri

104
Jenazah korban pembunuhan, Timbang Sagala, 47 warga Dusun II Desa Rawang Baru Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan saat di RSUD HAMS Kisaran, Kamis (10/11/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Asahan l  Timbang Sagala (47), warga Dusun II Desa Rawang Baru Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan tewas setelah ditikam abang kandungnya Sahala Sagala (59). Korban tewas setelah mendapat perawatan medis di RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran, sekitar pukul 19.20 WIB, Kamis (9/11/2017).

Kejadian tersebut berawal dari saat korban hendak pulang kerumah usai minum tuak di Warung Tuak milik Andi sekitar pukul 22.00WIB, Rabu (8/11/2817). Sebelum sampai di rumah, korban menendang sebuah dandang yang berada di depan rumah orang tua Andi, Saulinta boru Sipayung. Rumah Saulinta bersebelahan dengan  rumah korban.

Kejadian tersebut dilihat Andi. Andi kemudian mendatangi korban dan menegur korban. Adu mulut antara korban dan Andi terjadi. Mendengar adu mulut tersebut, abang kandung Andi, Herman yang berada di sekitar lokasi kejadian datang dan langsung menendang korban hingga terjatuh.

Melihat perkelahian tersebut, datang Jhon Rolinson Sihaloho dan mencoba melerai. Jhon membantu korban bangkit berdiri. Namun, setelah berdiri, tiba-tiba datang abang kandung korban Sahala Sagala dengan membawa sebilah pisau. Sahala langsung menghunjamkan pisau kebahagian perut korban sebanyak tiga kali. Perbuatan Sahala sempat dihalangi Jhon. Kesempatan itu dimanfaatkan korban melarikan diri.

Korban lalu menuju rumah kepala desa dan meminta pertolongan medis kepada istri kepala desa yang berprofesi sebagai bidan. Korban akhirnya dirujuk ke RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran karena luka tusukan cukup dalam. Namun, korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 19.20 WIB, Kamis (9/11/2017). Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit di Pematang Siantar untuk di autopsi.

Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran Polres Asahan IPDA Syamsul Adhar membenarkan kejadian tersebut. Sementara pelaku, Sahala telah diringkus pada hari yang sama usai peristiwa penikaman terjadi. “Pelaku sudah kita tahan. Pelaku saat ini masih diperiksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Syamsul, Sabtu (11/9/2017).

Sementara itu, kepada petugas tersangka mengaku tidak senang dengan korban. Selama setahun ke belakang, hubungan antara tersangka dan korban tidak harmonis. Mereka sering adu mulut sehingga berujung kepada perkelahian. “Tak senang aku sama dia. Karena kulihat kejadian itu, kutikam aja dia,” katanya. (ts-20)