Polres Asahan Ringkus Komplotan Penyalur TKI Ilegal, 5 Imigran Gelap di Amankan

1380
Polres Asahan Risngkus Komplotan Penyalur TKI Ilegal, 5 Imigran Gelap di Amankan
Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara didampingi Kanit Jatanras IPDA M Khomaini dan Kanit Ekonomi Agus saat menunjukkan barang bukti, dalam pemaparan kasus di Polres Asahan, Kisaran, Kamis (16/11/2017).

tobasatu.com, Asahan | Satuan Reserse dan Kriminal Polres Asahan meringkus 4 pria diduga sindikat jaringan penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke luar negeri. Selain keempat tersangka, petugas juga mengamankan 5 warga negara asing (WNA), masing masing 4 WNA asal Sri Langka dan 1 WNA asal Nepal.

“Ada 4 tersangka yang kita amankan. Mereka diduga jaringan penyalur TKI ilegal ke Malaysia lewat Sei Kepayang,” kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara, dalam pemaparan kasus di Polres Asahan, Kisaran, Kamis (16/11/2017). Adapun keempat tersangka, yaitu, NHP, AM, SR dan S alias D alias R.

“Peran keempat tersangka berbeda beda. NHP sebagai orang yang mendampingi TKI ke Malaysia. S, adalah perekrut orang yang ingin menjadi TKI ilegal. SR sebagai penyedia tempat untuk menampung calon TKI ilegal. Sementara AM sebagai penghubung antara NHP dan SR.

Bayu mengungkapkan, terbongkarnya sindikat penyalur TKI ilegal itu berawal dari patroli petugas Pos Apung Polsek Sei Kepayang di perairan sungai yang ada di Bagan Asahan, Senin (13/11/2017). Saat patroli, petugas melihat sebuah kapal kayu kecil sedang melintas, berisi 8 penumpang. Karena merasa curiga, kapal tersebut diminta untuk menepi dan diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan, kedelapan penumpang tersebut akan diungsikan sementara, karena kapal lain karena kapal yang mereka tumpangi untuk ke Malaysia rusak. Informasi tersebut ditindaklanjuti petugas, bergerak menuju ke lokasi kapal yang rusak tersebut.

“Sampai di tepi perairan Sungai Ular Sei Kepayang, petugas menemukan sebuah kapal yang sedang berhenti. Ternyata didalam kapal ada 5 WNA tanpa dokumen. Mereka juga mengaku akan berangkat ke Malaysia. Ke 13 orang tersebut lalu diamankan di Pos Apung Bagan Asahan,” ungkapnya.

Bayu menambahkan, bahwa berdasarkan pengakuan pencari kerja ilegal itu, lanjut Bayumelalui S, dengan kesepakatan akan ditampung sementara di rumah SR sebelum diberangkatkan. “Setelah itu, petugas lalu mengamankan masing masing tersangka ditempat terpisah, Kamis (16/11/2017) dinihari,” ujarnya.

BACA JUGA  Pesan Sabu Dari Lapas, Wanita Diduga Pengedar Sabu Dibekuk

Selain mengamankan para tersangka, pihaknya juga telah menetapkan daftar pencarian orang (DPO) atas nama berinisial DHM (nahkoda kapal), T (kwanca kapal), BM (pemilik kapal) dan F (pelangsir penumpang dari darat ke kapal). “Sedangkan kelima imigran tersebut, akan kita serahkan kepada pihak Imigrasi,” tandas Bayu.

Sementara itu, salah satu tersangka, S, mengaku mengutip biaya sebesar Rp. 2.000.000 bagi setiap orang yang ingin berangkat ke Malaysia secara ilegal. Dari jumlah tersebut, ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 350.000 per orang. “Kalau sama AM, aku setor Rp. 1.500.000 per orang. Sementara SR mendapat bayaran Rp. 150.000 per orang,” katanya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 4 Undang Undang (UU) RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Juncto Pasal 55 dan 56 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling sedikit Rp. 120 juta, maksimal Rp. 600 juta. (ts-20)