Pembangunan Podomoro City Land Telan 25 Korban Jiwa Akibat Kecelakaan Kerja

1279
Proyek pembangunan Podomoro City. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Pembangunan mega proyek Podomoro City Land di Jalan Putri Hijau Medan setidaknya telah menelan korban 25 jiwa pekerja yang meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja.

Hal ini diketahui dari Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan, Armada Kaban. Hal ini sontak mengagetkan seluruh anggota DPRD Medan yang tergabung dalam Pansus Penyelenggara Ketenagakerjaan, yang tengah menggelar rapat dengar pendapat dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Armada mengakui bahwa sebanyak 25 tenaga kerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja dikarenakan Podomoro City Land mendaftarkan tenaga kerja mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga pada saat terjadi kecelakaan kerja pihak BPJS mengeluarkan klaim asuransi terhadap ke-25 tenaga kerja tersebut.

“Dari data klaim asuransi yang kami terima ada sebanyak 25 orang tenaga kerja yang bekerja pada pembangunan Podomoro City Land meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ” katanya dalam rapat Pansus Penyelanggara Ketenagakerjaan, Rabu (22/11).

Anehnya, dari data itu pihak Dinas Tenaga Kerja mengaku tidak mengetahuinya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Medan, Hannalore Simanjuntak menyebutkan kalau pihaknya tidak mengetahui jumlah tersebut karena dirinya baru menjabat kepala dinas untuk menggantikan Armansyah Lubis.

“Saya kan hanya menggantikan Kadis yang lama. Terus sekarang juga pengawasannya sudah dilimpahkan ke Pemprovsu, ” ucapnya singkat.

Menyikapi itu, Ketua Pansus Penyelanggara Ketenagakerjaan DPRD Medan, HT Bahrumsyah mengaku sangat terkejut dengan pernyataan hingga 25 orang tenaga kerja yang meninggal pada masa pembangunan Podomoro City Land.

Politisi PAN itu juga sangat menyayangkan dengan lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja kala itu sehingga bisa ‘kecolongan’ mengenai jumlah tenaga kerja yang meninggal di Podomoro City Land.

“Kami sangat terkejut mendengar itu, ” keluhnya.

BACA JUGA  Wali Kota Gwangju Kunjungi DPRD Medan

Dalam kesempatan itu juga Bahrumsyah juga mempertanyakan peran dari aparat kepolisian juga yang tidak memberikan paparan secara terbuka terkait jumlah tenaga kerja yang bekerja di Podomoro yang meninggal akibat kecelakaan kerja. (ts-02)

 

Loading...
loading...