Menangis Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan, Anak Korban: Gara Gara Kau Aku Tak Punya Bapak

109
Tersangka Sahala Sagala 59, saat memeragakan adegan penikaman adik kandungnya, Timbang Sagala, dalam rekonstruksi yang digelar di halaman Mapolsek Kota Kisaran, Senin (4/12/2017).

tobasatu.com, Asahan | Rizky Indiko Sagala tak kuasa menahan tangis ketika menyaksikan jalannya rekonstruksi penikaman yang menewaskan ayah kandungnya, Timbang Sagala 57, di halaman Polsek Kota Kisaran Polres Asahan, Kisaran, Senin (4/12/2017).

Rizky merupakan salah seorang saksi mata atas tindakan keji Sahala Sagala, 59 alias Cengkeh, saat menghunuskan pisau ke tubuh korban yang juga sekaligus adik kandungnya. Korban tewas sehari kemudian setelah mendapat perawatan di RSUD H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.

Pantauan tobasatu.com, Rizky bahkan sempat memprotes beberapa adegan yang diperagakan oleh para tersangka dan saksi saksi, karena merasa tidak sesuai seperti yang dilihatnya. Adu mulut antara tersangka dan Rizky terjadi.

Karena tak kuat menahan haru, Rizky tiba tiba menangis sambil menyebutkan, bahwa gara gara ulah para tersangka ayahnya tewas.

“Gara gara kaulah bapakku mati. Kalau ngga karena kau, masih punya bapak aku” teriak Rizky kepada salah seorang tersangka, sambil menangis. Melihat kejadian itu, seorang Polwan langsung menenangkan dan mengajak Rizky keluar dari lokasi rekonstruksi.

Sementara itu, rekonstruksi diperagakan sebanyak 20 adegan. Adegan dimulai dari saat korban dan para tersangka minum tuak hingga korban tewas di RSUD HAMS Kisaran. “Ada 20 adegan yang diperagakan,” kata Kapolsek Kota Kisaran Polres Asahan, IPTU Tombak Samosir.

Polsek Kota telah menetepkan 3 tersangka atas kasus pembubuhan tersebut. Adapun ketiga tersangka, yaitu, Sahala Sagala sebagai pelaku utama, Jhon Erwin Simarmata alias Andi dan Herman Simarmata.

Seperti diberitakan sebelumnya, Timbang Sagala tewas sehari setelah ditikam abang kandungnya Sahala Sagala, di depan rumah orang tua Andi, Saulinta Br Sipayung di Dusun II Desa Rawang Baru Kecamatan Rawang Panca Arga, Rabu (8/11/2017).

Peristiwa penikaman korban diawali perkelahian antara korban dengan Andi dan Herman. Andi dan Herman merasa tidak senang karena korban menendang dandang milik ibu kandung mereka setelah minum tuak.

Ditengah perkelahian, tiba tiba datang Sahala Sagala yang sudah menaruh dendam sebelumnya, dan langsung menikam korban pada bahagian perut. Korban akhirnya tewas akibat luka tusukan yang cukup dalam setelah mendapat petawatan di RSUD HAMS Kisaran sekitar pukul 19.20WIB, Kamis (9/11/2017).

Atas perbuatannya, Sahala Sagala dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsudair Pasal 351 (3) dengan ancaman 15 tahun penjara. Sementara Jhon Erwin Simarmata dan Herman Simarmata, dijerat dengan Pasal 170 KHUP (2) ke 3e juncto 55, 56 subsidair Pasal 170 (2) ke 1e, dengan ancaman malsimal 12 tahun penjara. (ts-20)

Rizky Indiko Sagala saat diamankan seorang Polwan dari lokasi rekonstruksi pembunuhan ayah kandungnya, Timbang Sagala, di halaman Mapolsek Kota Kisaran, Senin (4/12/2017).