Dikerjakan Buru-buru, Perbaikan Jalan dan Drainase di Medan Kurang Bermutu

65
Walikota Medan Dzulmi Eldin memeriksa tumpukan tanah yang merupakan hasil galian parit di Jalan Sei Belutu, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (20/10/2017). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Pemerintah Kota Medan tengah giat melakukan perbaikan jalan dan drainase, guna mencegah terjadinya banjir. Tak tanggung, Pemko menganggarkan Rp1 triliun dalam APBD 2017 untuk perbaikan infrastruktur di daerah ini.

Saat ini di sejumlah ruas jalan masih terlihat tumpukan tanah sisa galian parit pengorekan drainase yang tengah dilakukan Pemko Medan.

Lantas bagaimana Ketua DPRD Medan Henry Jhon melihat pembangunan jalan dan drainase yang tengah dilakukan Pemko Medan?. Menjawab wartawan, Rabu (6/12/20170, Politisi PDI Perjuangan itu melihat pengerjaan perbaikan jalan dan drainase masih belum memuaskan dan kurang bermutu.

Selain itu, kata Henry Jhon pemerintah kota Medan dalam melakukan pembangunan jalan dan drainase tidak melakukan prioritas.

Dia mencontohkan pembangunan trotoar atau jalur pedestrian untuk pejalan kaki, menurutnya belum lah terlalu mendesak, karena kondisinya masih bagus sehingga anggarannya bisa digunakan untuk membangun jalan atau drainase yang kondisinya buruk.

“Seharusnya perlu diprioritaskan drainase yang belum ada itu yang dibangun dulu. Kalau memang anggarannya berlebih baru dilakukan perbaikan drainase yang perlu diperbaiki,” tutur Henry Jhon.

Dia melihat buruknya pengerjaan pembangunan jalan dan drainase akibat dikerjakan terburu-buru. Hal itu bisa terjadi karena persoalan waktu, dimana proses lelang terlalu lama yang mengakibatkan realisasi anggaran terlalu terburu-buru.

“Akibatnya kadung banyak persoalan. Kita sudah tetapkan lelang harus dilakukan Desember ini untuk anggaran 2018,” sebut Henry Jhon.

Dia meminta kedepan, begitu selesai pembahasan RAPBD 2018 langsung dilakukan lelang, sehingga Februari mendatang sudah bisa dimulai pengerjaan. (ts-02)