Ka BNNK Asahan: Narkoba Harus Diatasi Dengan Cara Extraordinary

738
Kepala BNNK Asahan B Sitompul ketika menyampaikan materi dalam acara sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada puluhan wartawan, di Kisaran, beberapa waktu lalu.

tobasatu.com, Asahan | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan terus berperang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat terlarang (narkoba). Berbagai program, seperti pencegahan dan penindakan terus dilakukan guna mewujudkan Kabupaten Asahan bebas dari narkoba.

Kepala BNNK Asahan B Sitompul menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan diseminasi informasi serta advokasi kebijakan pembangunan berwawasan Anti Narkoba dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tentang bahaya narkoba. Penyelenggaraan diseminasi Informasi telah dilaksanakan sebanyak 116 paket kegiatan dengan jangkauan sebaran informasi diperkirakan sebanyak 27.493 jiwa, atau 3,85 % dari penduduk Kabupaten Asahan sepanjang 2017.

Diseminasi Informasi dilakukan melalui beberapa media antara lain, media konvensional, yaitu media sosialisasi yang bersifat tatap muka secara langsung; media online, yaitu media sosialisasi melalui sarana media online berupa sosial media, website dan media berbasis online yang tersedia lainnya; dan media penyiaran, yaitu media sosialisasi melalui televisi atau pun radio.

Disamping itu, program rehabilitasi terus dilakukan sesuai dengan asesmen awal untuk mengetahui tingkat keparahan kecanduan narkoba dari calon klien. Diharapkan, setelah klien selesai menjalani program dapat pulih dari ketergantungan narkoba dan cakap dalam menjalankan fungsi sosial dan ekonominya di tengah-tengah masyarakat.

“Permasalahan narkoba merupakan Extraordinary Crime. Setiap tahun, kasusnya terus meningkat. Untuk itu, permasalahan nakoba harus diatasi dengan cara Extraordinary pula,” kata B Sitompul kepada wartawan, di Kisaran, Jumat (29/12/2017).

Menurut B. Sitompul, perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika memerlukan usaha yang luar biasa serta cara yang tidak biasa. “Perang” tersebut tidak bisa dimenangkan sendiri oleh BNNK Asahan sendiri. Karena itu, harus melibatkan seluruh komponen masyarakat. “Kerjasama merupakan kata kunci untuk memenangkan perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

BACA JUGA  Sepanjang 2021, Polres Labuhanbatu Sita 110.465 Gram Sabu dan Proses 623 Tersangka

“BNNK Asahan juga telah mendorong 3 Lembaga/instansi untuk membentuk kebijakan pembangunan berwawasan anti narkoba. Kebijakan yang dihasilkan oleh lembaga/instansi tersebut merupakan bentuk kepedulian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba,” sambung B. Sitompul.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2017 pihaknya telah mengungkap sebanyak 15 kasus di wilayah Asahan, Batubara dan Labuhan Batu. dari 15 kasus tersebut, telah diamankan 15 tersangka dengan barang bukti 39,2 gram sabu sabu; uang tunai sebesar Rp. 3.390.000; 8 unit telepon seluler; 2 unit sepeda motor; dan 2 unit kendaraan roda empat. “Dengan program yang telah dilaksanakan, kita berharap jumlah angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bisa ditekan, sampai Asahan benar benar bersih dari narkoba,” tutupnya. (ts-20)