Demokrat Usung JR Saragih-Ance, Pilkada Sumut Tanpa Erry Nuradi

1072
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi. (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Pemilihan Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 dipastikan tanpa calon petahana Tengku Erry Nuradi. Hal ini diketahui setelah harapan terakhir Tengku Erry kandas karena Partai Demokrat ternyata mengusung nama Jopinos Ramli Saragih sebagai bakal calon gubernur (Cagub), dan Ance Selian sebagai bakal calon wakil gubernur (Cawagub).

JR Saragih merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut dan Ance Selian merupakan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sumatera Utara.

Pengumuman pasangan JR – Ance yang akan diusung Demokrat pada Pilgub Sumut 27 Juni 2018, dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono, di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018).

Tengku Erry Nuradi awalnya mengantongi dukungan dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang memiliki 3 kursi di DPRD Sumut. Tak lama kemudian, Golkar yang memiliki 17 kursi mendeklarasikan dukungan untuk Tengku Erry, dengan memasang Ketua DPD Golkar Ngogesa Sitepu sebagai wakilnya.

Setelah itu dukungan juga datang dari Nasdem, partai yang dia pimpin. Dukungan disampaikan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh, dalam acara deklarasi di Lapangan Merdeka Medan, 12 November 2017.

Namun dukungan yang sudah digenggam satu per satu lepas dari tangan saat Partai Golkar yang telah mendeklarasikan dukungan untuk Tengku Erry Nuradi, mencabut dukungannya, dan mengalihkannya kepada Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajeckshah (Ijeck).

Demikian juga PKPI, juga mencabut dukungan kepada Tengku Erry Nuradi dan mengalihkan dukungannya kepada calon yang diusung  PDIP yakni Djarot Saiful  Hidayat dan Sihar Sitorus, putra dari DL Sitorus.

Yang lebih tragis, partai yang dipimpin Tengku Erry, Partai Nasdem juga ‘mengkhianatinya’ dan memilih mengalihkan dukungan kepada mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi. Bahkan sebagai ketua DPD Nasdem, Erry menyerahkan langsung SK dukungan kepada Edy Rahmayadi. Walhasil, Erry pun kini akhirnya kehilangan dukungan seluruh partai pendukungnya.

BACA JUGA  Golkar Sumut Usung Tengku Erry - Ngogesa dalam Pilgubsu 2018

Gubernur yang dikenal dengan Jargon Sumut Paten itu gagal melenggang untuk kedua kalinya sebagai Gubernur Sumatera Utara, jauh sebelum dilakukan pemilihan. Ibaratnya Erry sudah kalah sebelum bertanding.

Selain Demokrat yang sudah mengumumkan kandidat yang akan diusung di Pilgub Sumut 2018, sebelumnya PDIP juga telah mengumumkan nama Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus, yang mengantongi dukungan 30 kursi. PDIP yang menyumbang 16 kursi berkoalisi dengan Partai Hanura (10 kursi), dan PPP (4 kursi).

Sementara pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajeckshah (Ijeck) yang dikenal dengan ERAMAS, panen suara Parpol karena mendapat dukungan 50 persen jumlah kursi di DPRD Sumut yang antara lain disumbangkan Golkar (17 kursi), Gerindra (13 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi) dan Nasdem (5 kursi). (ts-02)

Loading...
loading...