Papan Bunga Simpatik untuk Tengku Erry Banjiri Kantor Gubernur Sumut

186
Papan bunga berisikan ucapan simpatik untuk Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, berjejer di halaman Kantor Gubernur di Jalan Diponegoro Medan, Kamis (11/1/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Papan bunga berisikan ucapan simpatik untuk Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, berjejer di halaman Kantor Gubernur di Jalan Diponegoro Medan, Kamis (11/1/2018).

Tak hanya kantor gubernur, papan bunga itu juga berjejer di depan Masjid Agung dan sepanjang Jalan Tengku Daud dan rumah dinas gubernur di Jalan Sudirman.

Karangan bunga untuk gubernur yang dikenal dengan Jargon Sumut Paten itu dikirim elemen masyarakat dan relawan Sumut Paten, sebagai bentuk dukungan moril terhadap Tengku Erry Nuradi yang gagal mencalonkan diri kembali dalam Pilgub Sumut 2018-2023.

Papan bunga itu terpasang sejak pagi dan hingga sore tadi jumlahnya terus bertambah. Diketahui papan Bunga itu sudah mulai terpasang sejak rabu (10/1/2018) malam kemarin.

“Kami hanya disuruh memasang. Papan bunga ini dipesan untuk dua hari,” ucap seorang pekerja yang mengangkut papan bunga dengan mobil pick-up.

Dari beberapa papan bunga yang dipajang ada beberapa kalimat yang intinya mendukung Erry Nuradi untuk tetap bersemangat menjalankan tugas sebagai Gubernur.

“Tetap tegar pemimimpinku, kami tetap mengingat dan selalu bersamamu,” demikian tulisan papan bunga dari relawan Sumut Paten.

Selanjutnya ada juga yang bertuliskan “Kami Cinta dan Bangga dengan Paten”, “Kami Cinta Gubernur Sumut Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si dari Perwakilan Masyarakat Medan Helvetia.”

Ada juga papan bunga yang bertuliskan “Tetap Tegar Pemimpinku, Kami Tetap Mengingat dan Bersamamu dari Masyarakat Krakatau Sidodame”.

Karangan bunga yang membanjiri Kantor Gubernur Sumut ini menarik perhatian masyarakat yang melintas, karena mengingatkan masyarakat akan kasus yang terjadi pada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang juga mendapatkan dukungan berupa karangan bunga dari masyarakat pendukungnya.

Ahok gagal terpilih kembali sebagai Gubernur DKI, karena terganjal dengan kasus penistaan agama yang kini membuatnya mendekam di balik jeruji besi. (ts-02)

Loading...
loading...