PDAM Tirtanadi Harapkan Wartawan Sajikan Edukasi Air Minum

703
Jajaran direksi PDAM Tirtanadi ketika menggelar pertemuan dengan wartawan, Selasa (23/1/2018). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan |  Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo menyampaikan apresiasi  terhadap program Pokja Wartawan yang bertugas di PDAM Tirtanadi, untuk menggelar karya tulis.

Bahkan menurut Sutedi, wartawan diharapkan dapat menyajikan artikel mengenai edukasi air minum dan air limbah, sedikitnya tiga bulan sekali.

Sambil bercanda Sutedi menyebutkan, selama ini pemberitaan wartawan hanya ‘cerita sedih’ mengenai PDAM Tirtanadi seputar gangguan distribusi air. Karena itu harus diimbangi dengan cerita bersifat edukasi terhadap masyarakat.

“Artikel edukasi air minum ini harus muncul tiga bulan sekali. Kegiatannya bisa mendatangkan pakar internal PDAM Tirtanadi maupun dari luar sebagai narasumber, dan bagi yang menulis diberi penghargaan,” ujar Dirut saat menggelar pertemuan dengan Pokja Wartawan unit PDAM Tirtanadi, Selasa (23/1/2018).

Sutedi juga menginformasikan bahwa program penambahan debit air saat ini sudah berjalan misalnya pembangunan IPA Denai kapasitas 240 liter per detik telah memasuki tahap tender, peningkatan (uprating) IPA TLM kemarin telah dimulai pembangunannya yang ditandai dengan peletakan batu pertam oleh Gubsu pada bulan Desember 2017 yang lalu.

Penyertaan modal yang diberikan Pemprovsu pada tahun 2016 yang lau sebesar Rp73 miliar juga akan digunakan untuk peningkatan (uprating) IPA Sunggal tahap kedua 400 liter per detik dan Uprating IPA Deli Tua 300 liter per detik dan pembangunan IPA Pancur Batu kapasitas 40 liter per detik yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp140 miliar.

Sementara Direktur Air Minum Delviyandri mengakui, bahwa saat ini permasalahan kekurangan debit air masih menjadi permasalahan utama PDAM Tirtanadi.

Peningkatan produksi tidak sebanding dengan perkembangan jumlah penduduk sehingga masih saja ada keluhan pelanggan terkait kuantitas dan kontinutas air minum serta masih adanya wilayah yang tidak bisa dilayanai selama 24 jam dan juga cakupan pelayanan tidak mengalami peningkatan secara siginifikan.

BACA JUGA  Pemko Medan Siap Bekerjasama dengan PDAM Tirtanadi Kelola Limbah Tinja Masyarakat

Untuk air limbah, Heri Batangari selaku Direktur Air Limbah menyampaikan bahwa pengolahan air limbah merupakan terusan dari produksi air bersih. Air bersih yang telah digunakan dan menjadi limbah kemudian diolah untuk selanjutnya dialirkan kembali ke sungai agar tidak mencemari lingkungan.

2,5 juta warga Kota Medan setiap paginya membuang tinja sebanyak 0,5 kg maka sebanyak 1.259 ton tinja akan mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan benar,” terang Heri Batangari. (ts-02)