Wabup Minta Pengelola Awasi Rusunawa Asahan Dari Peredaran Narkoba

112
Wakil Bupati Asahan Surya ketika menyerahkan kunci secara simbolis kepada salah seorang warga, dalam acara peresmian penggunaan dan pemanfaatan rusunawa, di Kisaran, Rabu (31/1/2018).

Tobasatu.com, Asahan | Wakil Bupati Asahan Surya menegaskan kepada pengelola rumah susun sederhana sewa (rusunawa) supaya mengawasi secara ketat.

Baik itu pengawasan terkait kependudukan, penghuni, termasuk indikasi terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Hal itu disampaikan Surya saat meresmikan pemanfaatan dan penggunaan Rusunawa Asahan, di Kisaran, Rabu (31/1/2018).

“Pengawasan harus dilakukan dengan ketat. Jangan sampai, para penghuni memobilisasi orang yang bukan penghuni sembarangan” kata Surya.

Selain itu, Surya juga mengimbau, khususnya kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman agar mengelola rusunawa dengan baik dan benar, atas bangunan, termasuk jaringan listrik dan sarana air bersih.

“Rusunawa ini harus dirawat dengan baik. Pihak-pihak terkait atas rusunawa ini, harus terus memonitor. Jalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing,” tegas Surya.

Surya menerangkan, bahwa rusunawa Asahan berdiri dan bisa beroperasi berkat kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dengan Pemerintah Pusat, guna memberikan hunian yang layak kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

“Rumah susun sudah menjadi kebutuhan saat ini. Karena itu, pemerintah terus berupaya menyediakan rumah yang layak kepada masyarakat,” tandasnya.

Dari data yang diperoleh, tarif hunian setiap lantai, dari lantai 1 hingg lantai 4 berbeda. Pada lantai 1, tarif satuan hunian sebesar Rp. 75.000 per bulan. Namun, hunian pada lantai 1 dikhususkan bagi penyandang disabilitas.

Sementara, tarif satuan hunian pada lantai 2 sebesar Rp. 120.000 per bulan; lantai 3 sebesar Rp. 115.000 per bulan; lantai 4 sebesar Rp. 110.000 per bulan; dan lantai 5 sebesar Rp. 107.000 per bulan (ts-20).

Loading...
loading...