Polrestabes Medan Ringkus Delapan Driver Online Pengantar “Tuyul”

619
Siindikat driver online pengantar ‘tuyul’ ditahan di Mapolrestabes Medan, Kamis (22/2/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Personel Tindak Pidana Umum Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus delapan orang driver online pengantar ‘tuyul’ alias pengantar penumpang fiktif.

Komplotan ini ditangkap dari salah warung di kawasan Jalan Melati Raya Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam aksinya, pelaku menggunakan aplikasi tambahan untuk mengantar penumpang fiktif. Dimana seolah-olah mereka ini mengantar penumpang, padahal mereka sedang berada di warung.

Polisi saat menunjukkan barang bukti HP android yang digunakan untuk mengorder penumpang fiktif. (tobasatu.com).

“Dalam aksinya mereka menjebol atau merusak sistem keamanan pada handphone android agar dapat dimasukan aplikasi Mock GPS atau melakukan orderan fiktif terhadap handphone android maupun tablet milik mitra pengemudi Grab,” ungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, Kamis (22/2/2018).

Dari orderan fiktif ini, pelaku mendapatkan bonus orderan dari pihak Grab PT Solusi Transportasi Indonesia tanpa bekerja atau tanpa menjemput dan mengantarkan penumpang alias order fiktif.

“Jadi seolah-olah mereka melakukan perjalanan, menjemput dan mengantarkan penumpang supaya mendapatkan bonus dari kantor GrabCar. Akibat perbuatan para tersangka, pihak GrabCar mengalami kerugian sekitar Rp120 juta,” terangnya.

Adapun kedelapan sindikat driver online pengantar ‘tuyul’ tersebut adalah, SS (30), YAG (29), DDH (38), KS (36), AM (40), APPA (28), DSG (29) dan AG (38).

Barang bukti yang disita dari pelaku, 5 unit mobil, 29 unit handphone, 1 unit laptop, 1 unit tablet dan sejumlah kartu ATM. Kepada pelaku dikenakan Pasal 30 yo Pasal 46 dan arau Pasal 32 ayat (2) dan atau Pasal 35 yo Pasal 51 ayat (1) dari UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau Pasal 378 KUHPidana subs Pasal 56 ayat (1), (2) KUHPidana.

“Ancaman hukumannya 9 tahun penjara. Kalau kerugian pihak Grab sementara Rp120 juta,” tukas Dadang didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH. (ts-03)

 

Loading...
loading...