Warga Medan Keluhkan Persoalan Tanah Wakaf

181
Anggota DPRD Sumut HM Nezar Djoeli saat melakukan reses di Kelurahan Sudirejo 1, Kecamatan Medan Kota, Kamis (8/3/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Persoalan tanah wakaf di Kota Medan seakan tidak kunjung selesai. Pemerintah Kota Medan hingga saat ini dinilai belum dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ini.

Permasalahan ini terungkap saat warga Kelurahan Sudirejo 1, Kecamatan Medan Kota mengeluhkan hal ini kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara HM Nezar Djoeli saat melakukan reses di Lingkungan 3 Kelurahan Sudirejo 1 Kecamatan Medan Kota, Kamis (8/3/2018).

Salah seorang perwakilan warga Zulkifli Tanjung mengatakan tanah wakaf yang ada di kawasan kelurahan ini sudah penuh dan kondisi ini pernah dilaporkan kepada Pemko Medan untuk segera mencarikan lahan.

“Perlu diketahui Pak Nezar, di dekat daerah ini ada tanah di kawasan selambo yang bisa dijadikan solusi untuk  tanah wakaf ini, namun wilayah tersebut masuk kawasan Kabupaten Deli Serdang. Untuk itu, kami meminta kepada bapak agar masalah ini bisa disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menjembataninya, sehingga nantinya Pemko Medan diharapkan bisa merealisasikannya,” jelas Zulkifli.

Selain permasalahan tanah wakaf, permasalahan lampu jalan dan maraknya peredaran narkoba juga terungkap saat reses Nezar.

Susi salah seorang warga lainnya menceritakan kondisi lampu jalan di kawasan Kelurahan itu sudah 2 tahun tidak juga diperbaiki oleh Dinas Pertamanan Kota Medan.

“Dikhawatirkan dengan kondisi yang gelap, maka akan mengundang aksi kejahatan di kawasan kami. Untuk itu, kami meminta kepada bapak agar permasalahan ini disampaikan kepada Kadis Pertamanan Kota Medan. Meskipun lampu jalan sudah 2 tahun tak hidup, kami tetap membayar pajak penerangan setiap bulannya yang dipotong langsung ketika membayar rekening listrik. Jelas ini merugikan warga,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi keluhan warga, Nezar mengatakan permasalahan tanah wakaf, pihaknya akan mengusulkannya melalui bantuan keuangan provinsi (BKP) melalui sidang paripurna nantinya.

BACA JUGA  Subsidi Dicabut, PLN Harus Berikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan

“Karena masalah tanah wakaf di Kota Medan ini sudah lama terjadi yang sampai saat ini belum juga terpecahkan oleh Pemko Medan. Untuk saya akan berupaya membantunya melalui BKP,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Nezar,  lampu jalan yang padam juga telah menjadi masalah besar bagi Pemko Medan yang sampai saat ini tidak bisa teratasi.

“Tidak hanya dikawasan Sudirejo saja, di kawasan tempat saya tinggal Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota juga mengalami hal yang sama. Dan sampai saat ini belum juga ada solusi padahal sudah saya minta kepada Pemko Medan. Apakah tak ada uang atau apalah, saya juga kurang paham, kenapa masalah lampu jalan saja lama kali dikerjakan,” ujar Nezar.

Namun, masih kata Nezar, dirinya akan meminta kembali kepada Pemko Medan baik langsung kepada Walikota Medan atau Kepala Dinas Pertamanan untuk segara membanjiri lampu jalan ini.

Terkait dengan permasalahan narkoba, Nezar mengungkapkan bahwa pihaknya akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Narkoba yang nantinya akan bekerja membuat aturan berupa Perda untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba sekaligus memberantasnya.

“Didalam pansus tersebut nantinya kita akan buat aturan bagi para pengusaha tempat hiburan malam yang kedapatan terjadi transaksi narkoba, maka usahanya akan ditutup selamanya dan tidak boleh lagi mengurus izin hiburan dengan nama berbeda baik ditempat yang sama maupun berbeda,” tegasnya. (ts-02)

Loading...
loading...