Kerap Ancam Ibu Kandung, Pecandu Lem Diantarkan ke Panti Rehabilitasi

211

tobasatu.com, Medan | Beberapa waktu lalu, Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu mendapat keluhan dari seorang ibu rumah tangga yang kerap mendapat ancaman kekerasan oleh anak kandungnya sendiri.

Ibu tersebut adalah, Deliana boru Sinaga (64), ia mendapat perlakuan kasar dari anaknya CHZ (23) yang sudah kecandua lem kambing sejak sepuluh tahun belakangan. Karena tak tahan terus-terusan diperlakukan kasar, Deliana pun meminta bantuan Kapolsek Kutalimbaru.

Didampingi oleh pendeta David Tarigan, Deliana mengadu pada Martualesi di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kutalimbaru. Di sana, Deliana menumpahkan keluh kesahnya pada Martualesi.

“Saat itu ibu ini datang dan menceritakan keluh kesahnya, kita pun prihatin dengan ini. Sehingga saya putuskan untuk menjemput anaknya yang kecanduan narkoba dan lem itu,” ungkap Martualesi, Kamis (8/3/2018).

Dengan menumpangi mobil dinas, Martualesi dan anggotanya menjemput CHZ. Saat didatangi, CHZ tetap melawan. Bahkan, saat diajak ke panti Insyaf di Jalan Berdikari, Desa Lau Bakeri, ia meronta-ronta. “Meski sempat menolak untuk direhabilitasi, namun setelah kita kasih penjelasan, CHZ ahirnya mau,” ungkapnya.

“Penyerahan CCHZ ke panti ini juga merupakan bagian dari upaya pencegahan kami terhadap narkoba. Mudah-mudahan, dengan dititipkannya CHZ bisa menyembuhkan ia dari kecanduan narkoba,” tukas Martualesi.

Dirinya juga menghimbau kepada warga untuk dapat melaporkan apabila ada salah seorang keluarganya yang pecandu narkoba, kepada pihak kepolisian atau BNN.

“Sesuai dengan Pasal 54, 55 dan 56 UU RI No 35 tahun 2009 tentag narkotika, barang siapa yang melaporkan anggota keluarganya menjadi pecandu narkoba tidak dapat dihukum, sebaliknya lembaga yang menangani kasus narkoba itu akan segera melakukan rehabilitasi,” tuturnya. (ts-03)

Loading...
loading...