Butuh Biaya Besar untuk Jadikan Kebun Binatang Medan Seperti Ragunan

349
Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) yang berada di Kecamatan Simalingkar, kondisinya masih memprihatinkan. PD Pembangunan mengeluhkan minimnya infrastruktur di kebun binatang tersebut. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) saat ini kondisinya memprihatinkan. Butuh biaya besar untuk dapat menjadikan KBM milik Pemko Medan itu seperti KBM Ragunan di Jakarta.

“Butuh anggaran besar untuk menjadikan Medan Zoo agar bisa menjadi seperti KBM Ragunan di Jakarta, setidaknya butuh alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar,” tutur Dirut PD Pembangunan Kota Medan Putrama Alkhairi saat melakukan kunjungan kerja dengan Komisi C DPRD Medan ke Medan Zoo, Senin (12/3/2018).

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi C, Hendra DS serta anggota Komisi C lainnya yakni Kuat Surbakti, Beston Sinaga serta Zulkifli Lubis, Putrama menjelaskan, minimnya infrastruktur menjadi persoalan utama Kebun Binatang Medan saat ini.

Kepada Ketua Komisi C Putrama menyebutkan setidaknya butuh bantuan alokasi anggaran sebesar Rp 10 Miliar untuk bisa menjadikan KBM seperti objek wisata Raguanan Jakarta atau Kebun Binatang Surabaya.

“Untuk saat ini setidaknya dibutuhkan Rp 10 Miliar lah, “katanya.

Menurutnya, dengan bantuan anggaran tersebut pihaknya telah menyiapkan konsep terhadap taman marga satwa/kebun binatang (Medan Zoo) sebagai kawasan terpadu.

Artinya, melalui pembangunan kawasan terpadu di areal kebun binatang tersebut, masyarakat yang berkunjung tidak hanya ditawarkan lokasi hiburan, namun juga tempat bersantai sekaligus melihat beraneka ragam hewan atau binatang di dalamnya areal seluas 30 hektar tersebut.

“Dengan kontur lahan yang kami miliki ini, diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi pihak ketiga untuk terlibat dalam mewujudkan lokasi ideal dari kawasan terpadu itu,” katanya.

Menyahuti itu, Ketua Komisi C DPRD Medan, Hendra DS mendukung Pemko Medan untuk melakukan penyertaan modal ke PD Pembangunan khususnya dalam upaya menjadikan Medan Zoo sebagai objek wisata di Medan.

“Kita prinsipnya akan mendorong Pemko Medan untuk melakukan penyertaan modal ke PD Pembangunan ini, ” katanya.

Dalam kesempatan itu, politisi Hanura itu juga mendorong PD Pembangunan untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Medan melalui kerjasama wisata edukasi.

“Diharapkan dengan memperbanyak promosi ke instansi terkait dan dunia pendidikan. Sehingga pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dapat mendukung sosialisasi sekaligus menambah pengetahuan bagi pihak sekolah,” katanya.

Senada, anggota Komisi C lainnya, Kuat Surbakti  mengatakan, pihak PD Pembangunan harus melakukan kajian dan memiliki strategi khusus dalam membenahi kebun binatang ini. Sehingga dapat menarik minat pengunjung. Bertambahnya jumlah pengunjung dipastikan akan menambah penerimaan dari penghasilan.

Untuk itu kata Kuat, manajamen PD Pembangunan harus menjajaki kerjasama dengan pihak investor dan juga penyertaan modal. Sehingga wahana permainan dan fasilitas pendukung dapat tersedia.

Selain itu, perlu dilakukan kegiatan event berupa perlombaan khususnya hari raya dan hari-hari libur.

Bukan itu saja lanjut Kuat, dalam rangka peningkatan jumlah pengunjung dapat juga didirikan rumah souvenir oleh- oleh khas UKM Kota Medan. Bahkan dapat menambah koleksi miniature binatang, serta mendirikan pusat jajanan dan selera (pujasera).

“Kita harapkan pengelolaan dapat dilakukan maksimal dan professional,” ujarnya. (ts-02)

Loading...
loading...