Legislator Ini Tidak Setuju Banyaknya Perda Dijadikan Parameter Keberhasilan DPRD

214
Godfried Effendi Lubis. (tobasatu.com/ist).

tobasatu.com, Medan | Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Godfried Efendi Lubis, menilai banyaknya Peraturan Daerah (Perda) yang dihasilkan bukan merupakan parameter keberhasilan DPRD, tetapi bagaimana Perda yang dihasilkan bisa mensejahterakan masyarakat.

“Terus terang, saya tidak setuju banyak kali Perda. Biarlah sedikit, tapi Perda itu berkualitas,” kata Godfried menjawab wartawan di DPRD Kota Medan, Selasa (13/3/2018).

Hal ini diungkapkan Godfried menanggapi wartawan terkait jadwal yang telah ditetpkan Badan Musyawarah (Banmus), DPRD Kota Medan mengagendakan paripurna penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Medan 2018. Hal ini tentunya akan ada pembahasan Peraturan Daerah (Perda) baik yang baru maupun revisi.

Bukti Perda itu tidak berjalan, Godfried, mencontohkan seperti Perda tentang tower. “Dari tahun 2013 sejak Perda disahkan, sampai sekarang tidak ada Perwal-nya. Jadi, Perda berjalan tanpa ada Juklak dan Juknisnya, apalah itu efektif dan maksimal penerapannya,” tanya Godfried.

Godfried juga mengaku, selama 8 tahun menjadi anggota dewan tidak pernah menerima salinan Perwal dari setiap Perda yang disahkan dan sudah diterapkan.

“Jangankan Perwal, Perda-nya juga tidak ada. Parahnya lagi, Ranperda yang diajukan selama 8 tahun saya jadi dewan tidak memiliki naskah akademik. Ironisnya, jika Ranperda itu menyangkut tentang retribusi, cepat kali Pemko mengajukan, apakah itu Renperda baru ataupun perubahan. Tapi kalau Ranperda menyangkut kesejahteraan masyarakat agak diperlambat,” ungkapnya.

DPRD, tambah Godfried, bukan alergi terhadap Perda terkait retribusi, karena itu menyangkut terhadap pendapatan daerah untuk pembangunan. “Harusnya Perda terkait retribusi itu seiring sejalan dengan Perda yang menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat juga,” ujarnya. (ts-02)

BACA JUGA  Kinerja PDAM Tirtanadi Dinilai Lamban
Loading...
loading...