Masyarakat Minta Konflik Lahan Sari Rejo Disampaikan ke Presiden

665
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berfoto bersama masyarakat Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia , Minggu (25/3/2018).(tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Masyarakat Kelurahan Sari Rejo meminta agar konflik lahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu disampaikan ke Presiden Jokowi. Masyarakat pesimis persoalan lahan itu dapat diselesaikan oleh Gubernur Sumut.

Masyarakat meminta agar Sihar yang didukung PDI Perjuangan dan PPP itu menyampaikan aspirasi mereka kepada Presiden Jokowi.

“Kami harapkan Bapak sebagai mediator hadirkan Pak Presiden dan bertemu dengan kami. Karena, gubernur belum tentu bisa menyelesaikan masalah yang kami hadapi. Hanya Presiden yang bisa menuntaskan konflik ini,” ungkap Moses, warga Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia saat  bersilaturahmi dengan pasangan Djarot Saiful Hidayat di Jalan Mawar, Minggu (25/3/2018) siang.

Dijelaskan Moses, konflik yang telah masuk ke ranah hukum ini telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Dimana, Mahkamah Agung (MA) menetapkan lahan di Kelurahan Sari Rejo sah dimiliki warga. Keputusan inkrah tersebut tak membuat konflik berhenti, hingga warga yang telah mendiami lahan tersebut sejak 1948 itu tak tahu harus mengadu kemana.

“Ini juga sesuai dengan program Presiden RI Jokowi yang memberikan sertifikat tanah bagi masyarakat,” ujarnya.

Moses menyebutkan, warga telah mendiami lokasi tersebut sejak 1948 lalu. Hingga sekarang, tercatat 28 ribu jiwa lebih yang mendiami Kelurahan Sari Rejo itu. Apalagi berbagai fasilitas agama, kesehatan, hingga pendidikan telah berdiri di wilayah tersebut.

Mendengar keluhan warga tersebut Sihar mengatakan, hal inilah yang mendasari pihaknya yang mengusung tagline ‘Semua Urusan Mudah dan Transparan’ yang disingkat SUMUT. Dirinya pun akan berupaya menyampaikan konflik berkepanjangan yang dihadapi warga tersebut untuk mendapat pengakuan atas kepemilikannya atas tanah.

“Perjuangan sejak 1948 hingga sekarang akan saya coba mediasikan dengan Pak Presiden. Namun, hal tersebut tak mudah. Ada tahapan yang harus dilalui. Tahapan utama, ayo menangkan Djoss,” ujar Sihar yang disambut teriakan warga Djoss.

BACA JUGA  Djarot : ASN Harus Kreatif dan Inovatif, Tidak Boleh Lagi Ada PGPS

Dirinya pun menyebutkan, Sumut yang memiliki tingkat kebahagiaan terendah menunjukkan,  banyaknya tekanan hidup yang dihadapi masyarakat.

“Yang kita rasakan saat ini, kondisi Sumut adalah provinsi dengan tingkat kebahagiaan terendah nomor 33 dari 34 provinsi se-Indonesia. Ini dikarenakan makna dan tujuan hidup. Dengan potensi dan kekayaan yang dimiliki Sumut, tidak sepatutnya kita berada di posisi itu,” sebut mantan EXCO PSSI tersebut.

Pada kesempatan itu, Sihar mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suara dan menangkan Djoss pada Pilgub Sumut 2018 yang digelar pada 27 Juni mendatang. Pada silaturahmi yang berlangsung,  turut dihadiri Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba dan seluruh jajarannya, tokoh masyarakat, Saga Dewan, serta warga Kelurahan Sari Rejo. (ts-02)