Warga Hamparan Perak Merasa Dianaktirikan dalam Pembangunan

607
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus memberikan bola kepada seorang anak ketika mengunjungi Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, Senin (26/3/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Masyarakat Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang merasa dianaktirikan, sebab kerap mengalami ketimpangan dalam pembangunan daerah.

Hal ini diungkapkan M Idris, salah seorang tokoh masyarakat di Hamparan Perak, saat menggelar silaturrahmi dengan Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus, Senin (26/3/2018).

Katanya, wilayah Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak yang berada di pinggiran kerap menjadi anak tiri dalam pembangunan daerah. Ketimpangan pembangunan dirasakan warga bila dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Kami kerap merasa termarjinalkan. Ini yang selalu kami rasakan,” tutur Idris, Senin (26/3).

Ia pun berharap, kedatangan Sihar memberikan harapan bagi mereka. Sihar yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat diyakini mampu membawa perubahan bagi mereka.

“Kedatangan Pak Sihar menemui kami langsung, mendengar keluhan kami, ini sudah merupakan penghargaan bagi kami. Dan sudah kewajiban kami untuk memilih dan memenangkan nomor urut dua,” ujar Idris.

Mendengar harapan masyarakat, Sihar Sitorus dalam sambutannya mengatakan jika dipercaya memimpin Sumut, maka dirinya bersama Djarot akan berupaya keras untuk melakukan pembangunan secara merata.  Ia juga berpesan, agar sepatutnya masyarakat menjadikan Guru Patimpus Sembiring yang dimakamkan di Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak menjadi panutan.

Ia menyebut, Guru Patimpus Sembiring yang merupakan pendatang menjadi sosok yang sakral bagi Kota Medan sebagai pendiri ibukota provinsi Sumut itu.

“Melihat makam Guru Patimpus Sembiring saya sangat tersentuh, karena dari situ saya belajar. Guru Patimpus tidak lahir disini (Hamparan Lerak), tapi beliau datang, mengabdi dan menetap hingga meninggal disini. Beliaulah sebagai pendiri Kota Medan,” ungkap Sihar.

Sihar menyakini, jika sosok Guru Patimpus benar-benar dicintai masyarakat saat itu. Banyaknya ditemui guci-guci dinasti yang diyakini merupakan peningalan abad ke-13 itu, bukti keterbukaan terhadap pendatang saat itu. “Karena orang zaman dulu, ratusan tahun lalu, adalah orang-orang bijaksana. Dan satu yang pasti, beliau (Guru Patimpus) adalah orang besar,” yakinnya.

BACA JUGA  Djarot Tempati Rumah Bekas ‘Markas’ Syampurno

Di penghujung pertemuan, Sihar pun mengajak warga untuk menggunakan hak suaranya dan menyakinkan jika pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan PPP ini mampu menjawab harapan warga tersebut. (ts-02)