Aksi Menolak Kenaikan Harga BBM Berakhir Ricuh, Mahasiswa Bentrok dengan Aparat di DPRD Sumut

820

tobasatu.com, Medan | Aksi unjukrasa mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota di Gedung DRPD Sumut Jalan Imam Bonjol berakhir ricuh, Kamis (29/3/2018).

Massa mahasiswa yang merupakan gabungan dari Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas  Islam Sumatera Utara (UISU) dan Universitas Muslimin Nusantara (UMN), akhirnya terlibat baku hantam dengan aparat.

Pantauan tobasatu.com, aksi semula berlangsung tertib dimana mahasiswa dalam orasinya menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan harga pertalite sebesar Rp200 per liter, yang diberlakukan secara diam-diam mulai 23 Maret 2018.

M Julianda selaku koordinator mahasiswa dalam orasinya juga mendesak pemerintah membatalkan revisi Undang-Undang MD3, serta mengevaluasi aset-aset Indonesia yang dikuasai asing.

Namun aksi berlangsung memanas saat mahasiswa berupaya untuk membakar ban bekas di halaman Gedung DPRD Sumut.

Pihak kepolisian yang mengamankan jalannya aksi unjukrasa tersebut menghalangi aksi itu karena terlalu beresiko, mengingat gedung dewan adalah salah satu objek strategis.

Namun mahasiswa tetap bersikeras untuk membakar ban bekas, sehinga tak berapa lama mahasiswa dan polisi sempat terlibat aksi saling dorong.

Seorang mahasiswa, Panca Anugerah Ramses dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UISU dan Salman dari UMN terluka karena terkena pukulan aparat.

Sementara satu mahasiswa lainnya Bambang alias Kibo sempat ditahan meski akhirnya dilepaskan kembali.

Menurut Kapolsek Medan Baru, Victor Ziliwo pihaknya pada prinsipnya hanya menjalankan tugas melakukan pengamanan.

“Sudah kita beritahukan jangan bakar-bakar ban di dalam sini karena terlalu beresiko tapi tidak dihiraukan,” sebutnya. (ts-02)

BACA JUGA  Ratusan Massa Tolak Kenaikan Harga BBM, Gubsu Edy : Aspirasi akan Disampaikan ke Pemerintah Pusat