Kapolda Bertemu Langsung dengan UKM Korban Pungli

1289
Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpau. (ist)

tobasatu.com, Medan |  Setelah menurunkan tim Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara untuk merespon keresahan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kamis siang (19/4/2018), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw bertemu langsung dengan sejumlah pelaku UMKM.

Langkah ini sebagai upaya mencari solusi dan mengatasi persoalan yang membuat pelaku usaha tidak nyaman dalam mengelola usahanya, disebabkan sweeping dan pemerasan oknum di jajarannya.

“Hari ini baru bisa ketemu, yang sebelumnya kan belum ada informasi. Bahkan apa yang menjadi beban dan persoalan dari teman-teman di UMKM itu kami bisa tahu langsung di sini. Saya dan pejabat terkait termasuk pak Kapolretabes Medan, menemukan bahwa ada beberapa fakta yang diduga dilakukan oleh personal atau oknum, yah itu kami akan coba tindak lanjuti,”ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Menurutnya lagi langkah awal yang diambil untuk menyikapi persoalan keresahan UMKM yang sudah sudah viral di media sosial,  dengan menurunkan tim Propam Polda. “Tim Propam juga sudah membuat laporannya, dan kami juga akan mempelajari tentang laporan itu. Dan saya akan memerintahkan ke Wakapolretasbes untuk menggali lagi lebih dalam dengan para pelaku dan juga maupun korban,”ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam ini, Kapolda Sumut didampingi Direktur Objek Vital Poldasu, Kombes Pol Hery Subiansauri, Karo Ops Poldasu, Kombes Pol Makmur Ginting, Kombes Pol Djadjuli, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol, Dadang Hartanto, serta Wakapolretabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Hadir juga dalam kesempatan tersebut Forda UKM Sumut dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan sebagai pihak yang mendampingi dan mengadvokasi UMKM korban pemerasan ini.

Dalam pertemuan ini, Kapolda Sumut, mendengarkan langsung keresahan dan kegelisahan pelaku usaha yang menjadi korban pemerasan oknum polisi. Para pelaku UMKM ini mengaku diperas oknum hingga puluhan juta rupiah, setelah mencari celah dan kelemahan yang bisa dimanfaatkan. Bahkan kasus ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan sangat menggangu kenyamanan dalam berusaha, bahkan sampai terlilit hutang.

BACA JUGA  Pangdam I/BB Ikut Tertibkan KJA di Baktiraja, Upaya Wujudkan Danau Toba Destinasi Berkelas Dunia

Hal ini dituturkan oleh para pelaku UMKM kepada Kapolda langsung. Tidak hanya itu saja, Kapolda meminta para pelaku UMKM memberikan keterangan secara detail oknum polisi yang berani bersikap tidak mengayomi ini, sehingga kedepannya bisa diberikan sanksi dan tindakan tegas.

Dari pertemuan ini, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan UMKM ini. “Kita akan ada hubungan dengan pemerintah, kami akan berkomunikasi dengan pemerintah kota, kabupaten dan provinsi tentang bagiamana bersama-sama kita bisa membantu menyelesaikan permasalahan ini. Karena ini persoalannya ini sudah lama, ada yang tahun 2014, 2016, 2017, 2018. Artinya kami terimakasih sudah diberikan ini dan coba akan carikan solusinya,”tandasnya.

Menyikapi pertemuan ini, Direktur LBH Medan, Surya  Adinata mengapresiasi langkah Kapolda Sumut yang sangat responsif dengan keluhan pelaku UMKM. “Kita melihat Kapolda sebagai pimpinan kepolisian sangat responsip ya dengan apa yang menimpa UMKM, pemesaran tersebut dan jelas dalam pertemuan langsung mememrintahkan untuk menindak tegas nama-nama yang disebutkan pelaku umkm,”ujarnya.

Namun sambungnya, persoalan ini diharapkan tidak hanya sekedar pada penindakan saja, akan tetapi bagaimana kedepannya tidak terulang lagi. “Kita berharap tidak ada lagi sweeping seperti ini yang orienstasinya penegakan hukumnya karena ‘sesuatu’. Dan pertemuan ini tidak hanya sampai disini, namun ada pertemuan selanjutnya dengan instansi terkait untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi yang  disitu ada juga aparat penegak hukum dalam hal ini Kapolda,”ujarnya lagi. (ts-09)