Peringatan Hari Bumi, PDAM Tirtanadi Tanam 500 Batang Pohon di Sibolangit

225
PDAM Tirtanadi bersama Pokja wartawan PDAM Tirtanadi melakukan penanaman 500 batang pohon, dalam rangka memperingati Hari Air dan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2018, Rabu (25/4/2018). (tobasatu.com).

tobasatu.com, Sibolangit | Memperingati Hari Air yang jatuh pada tanggal 23 Maret dan Hari Bumi yang diperingati pada 22 April, PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara bersama Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi Sumatera Utara melakukan kegiatan penghijauan dengan menanam 500 batang pohon di kawasan Sumber Air Sumbul, Desa Rumah Sumbul, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (25/4/2018).

Penanaman pohon jenis Durian, Mahoni dan Ketapang itu dilakukan oleh Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Heri Batangari, Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Arif Haryadian beserta jajaran PDAM Tirtanadi Sumut, Ketua Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi Sumut Zulmaidi dan Camat Sibolangit, Amos F Karokaro.

Penanaman pohon juga melibatkan aktifis lingkungan hidup yang konsern dengan pelestarian alam, dipimpin Edy Suwito.

Menurut Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut Arif Haryadian dengan menanam pohon, berarti kita ikut menjaga kelestarian hutan, karena hutan merupakan daerah resapan air. Dia juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan dan air agar anak cucu kita bisa menikmatinya di masa mendatang.

Menurut Arif, air yang dari Sibolangit inilah air yang pertama kali diturunkan pada masa Belanda ke Kota Medan. “Ini adalah air yang murni, air yang tidak mengalami proses produksi yang serius,” ujar Arif.

Arif menjelaskan, berdasarkan survei sebuah lembaga, Indonesia saat ini menempati posisi ke 6 terburuk di dunia dalam pelayanan air bersih kepada seluruh warganya.

Bahkan, sedikitnya ada 32.000.000 masyarakat yang tersebar di Indonesia belum mendapatkan air minum yang layak. Dan berdasarkan riset Water Council Institute ketiadaan akses air bersih lebih besar dari kecelakaan di jalanan dan HIV.

Meski begitu kata Arif, Indonesia masih jauh lebih baik dari India yang tercatat ada 76 juta penduduknya yang belum mendapatkan pasokan air minum layak.

BACA JUGA  Keluarga Besar Alumni HMI KFJS Berwisata ke PDAM Tirtanadi

Padahal, air menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Sebab tidak akan ada kehidupan tanpa air. “Sayangnya, masyarakat kita banyak yang tidak sadar dengan masalah itu,” jelas dia.

Dikatakannya, dari 100 pasokan air yang ada di seluruh dunia  hanya bisa dimanfaatkan 2,5 persen. Sisanya, 97,5 persen bisa diolah, namun menggunakan teknologi yg mahal. “Makanya, marilah sama-sama memberikan perhatian agar anak cucu kita bisa menikmatinya,” jelas dia seraya menyebut akses air bersih di Medan sudah tergolong baik.

Sebelumnya, Camat Sibolangit Amos F Karo-karo berharap program penanaman pohon bisa dilanjutkan penanamannya.

“Kalau bisa disinergikan dan tingkatkan, dan kalau bisa sejalan dengan hutan dan bisa dimanfaatkna masyatakat seperti aren, karena tanaman itu menjaga air, menjaga longsor.  Tahun semoga depan bisa diluaskan,” ujar dia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat di tiga desa yang terdapat bron (sadapan air) agar tetap menjaga lingkungan sebab dari sanalah sumber pasokan air berasal.

“Kami juga berharap CSR-nya merata, jangan di Desa Rumah Sumbul saja yang mendapatkan, kalau bisa seluruhnya yang ada bronnya,” jelas dia.  (ts-02)

Loading...
loading...