Djarot : ASN Harus Kreatif dan Inovatif, Tidak Boleh Lagi Ada PGPS

730
Calon Gubernur Sumut Nomor Urut 2, Djarot Saiful Hidayat. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Pasangan Calon (Paslon) nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus akan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kreativitas dan inovatif dalam menjalankan birokrasi pemerintahan. Kedua aspek tersebut akan menjadi perhatian internal keduanya bila nantinya menjadi pemimpin Sumatera Utara periode 2018-2023.

Pernyataan tersebut dilontarkan pasangan yang akrab disapa Djoss ini saat menjawab pertanyaan yang disusun perumus dalam debat kandidat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara pertama yang digelar KPU Sumut di Santika Premiere Dyandra Hotel Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Sabtu (5/5/2018) malam.

“ASN harus didorong supaya kreatif dan inovatif. Tidak boleh lagi ada PGPS yakni Pinter Goblok Pendapatan Sama. Mereka yang rajin, pandai dan cerdas, harus diberikan kesempatan untuk menaiki jenjang yang lebih tinggi dengan memberikan tunjangan kinerja. Mereka yang berprestasi harus mendapat penghargaan yang lebih besar, dari pada yang tidak berprestasi. Juga harus merubah mindset dari proses birokrasi,” ungkap Djarot.

Hal ini dikatakan Djarot guna melihat keefektifan komposisi birokrasi Pemprov Sumut saat ini. Di mana, saat ini komposisi birokrasi di Sumut sekarang jumlah ASN lebih dari 29 ribu dan ada 44 badan dan dinas.

“Keefektifan birokrasi bukan ditentukan dari apakah ramping atau gemuk. Salah satu persoalan utama, suka membuat struktur, tapi miskin fungsi. Kita akan evaluasi seluruh birokrasi Sumut, supaya kaya fungsi, miskin struktur,” tegas paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu.

“Profesionalitas ASN, itu diukur sejauh mana mampu mewujudkan kinerja yang telah disepakati bersama. Ini menjadi kontrak. Saya yakin, birokrasi Sumut yang hebat. Persaingan yang sehat, yang tidak sehat,” pungkas Djarot. (ts-02)

 

BACA JUGA  Pilgub Sumut Tanpa JR Saragih, KPU Tetapkan 2 Calon Gubernur