Pertanyaan Djarot Soal Stunting Bikin Edy Rahmayadi Terdiam

5814
Dua pasangan calon gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumut mengikuti debat kedua yang diselenggarakan KPU Sumut, Sabtu (12/5/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utar menggelar Debat Kandidat Tahap Kedua pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023, Sabtu (12/5/2018) yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV dari Adimulia Hotel, Medan.

Perhatian publik tertuju pada sesi debat, saat Edy Rahmayadi terdiam tak bisa menjawab pertanyaan calon gubernur nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, soal tingginya angka “Stunting” di Sumut.

Bahkan secara terus terang, mantan Pangkostrad itu mengaku tidak tahu pengertian stunting. “Terus terang saya tidak tau apa itu stunting, saya tidak mengerti,” ujar Edy.

Dalam kesempatan itu, Djarot melontarkan pertanyaan kepada Edy Rahmayadi langkah apa yang akan dilakukanya guna meningkatkan angka stanting (gizi buruk kronis) terhadap tumbuh kembang anak di Sumut yang mencapai angka 16,5 %.

“Apa itu stunting saya terus terang tidak mengerti. Maunya Pak Djarot kalau bertanya dijelaskan dulu maknanya,” ujar Edy Rahmayadi.

Selanjutnya, Djarot pun menjelaskan, bahwa stanting itu adalah gagal tumbuh kembang yang menyebabkan anak tumbuh cebol, yang diakibatkan saat tumbuh kembang usia 100 hari hingga 1000 hari bayi tidak mendapatkan gizi yang cukup.

Mendengarkan penjelasan Djarot, Edy pun menimpali “Kalau dibilang begitu kan saya langsung tau itu,” sebut Edi seraya menjelaskan bahwa ada bidan siaga dan perawat siaga yang nantinya akan ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan tingginya angka stunting tersebut.

Debat kedua calon gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumut tahun 2018 ini mengambil tema “Pembangunan Sumut yang Berkeadilan dan Berkesetaraan”.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea saat membuka secara resmi acara debat, menyatakan debat itu diselenggarakan dengan tujuan untuk menggali potensi dan tahapan dari program kerja calon gubernur dan Wakil Gubernur Sumut.

BACA JUGA  Begini Persiapan KPU Sumut Hadapi Sidang Lanjutan Gugatan JR Saragih

“Selain itu untuk mencari informasi mengenai visi dan misi dari kedua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur sehingga masyarakat bisa cerdas dan akurat mengetahui visi dan misi gubernur,” ujar Mulia Banurea.

Menurut pengamatan tobasatu.com, pasangan Djarot dan Sihar terlihat lebih menguasai panggung, dan lebih sigap menjawab pertanyaan-pertanyaan dari akademisi yang disampaikan oleh moderator. Sementara pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, terlihat beberapa kali mengulang-ulang pernyataannya, yang tidak menyentuh esensi pertanyaan. (ts-02)