Paslon Gubernur Dilarang Beriklan Terkait Ramadhan dan Idul Fitri

107
Anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa pemasangan iklan/advertorial ucapan selamat menyambut Ramadhan, ucapan selamat berbuka puasa, dan ucapan selamat Idul Fitri dan ceramah/tausyah oleh pasangan calon (Paslon) gubernur dan calon wakil gubernur di media elektronik dan media cetak adalah dilarang.

Menurut anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri, larangan ini juga berlaku untuk partai politik pendukung Paslon. Sebab Bawaslu tidak mau yang jelas-jelas iklan atau advertorial itu disamar-samarkan dengan kegiatan agama.

Aulia menambahkan, paslon juga tidak boleh berceramah, tausiyah atau kuliah tujuh menit (kultum) di TV maupun radio. Sebab itu juga termasuk iklan atau advertorial.

“Ingat ada ancaman pidana dan diskualifikasi bagi Paslon,”tutur Aulia, menanggapi hasil pertemuan Bawaslu Sumut dengan dua pasangan calon gubernur dan calon wakil Gubernur Sumut di Hotel Tiara Medan, Senin (14/5/2018).

Sebelumnya, kata Aulia Andri, perihal larangan beriklan saat Ramadhan tersebut juga diatur di dalam Peraturan KPU (PKPU) No.4 tahun 2018.  “Itu dasarnya,” kata Aulia Andri.

Pemungutan suara Pilgub Sumut sendiri akan dilakukan pada 27 Juni 2018, dimana Pilgubsu akan diikuti dua pasangan calon yakni pasangan nomor urut 1, Edy Rahmayadi – Musa Rajeckshah (Eramas) yang didukung Partai Golkar, PAN, Gerindra, PKS, dan Demokrat. Sementara pasangan calon nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat –  Sihar Sitorus didukung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (ts-02)

Loading...
loading...