Satgas Yonif 121/MK Gagalkan Penyelundupan 1,1 Ton Kulit Kayu Masohi

93

tobasatu.com, Papua | Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Sektor Utara dari Batalyon Infanteri 121/Macan Kumbang mengamankan 1,1 ton kulit kayu masohi ilegal di Pos Yabanda. Kulit kayu masohi ini dibawa dari negara Papua Nugini (PNG), Minggu (27/5/2018).

Dituturkan Dansatgas Yonif 121/MK Letkol Inf Imir Faishal lewat siaran persnya melalui Pendam I/BB, Senin (28/5/2018), personel Pos Yabanda yang dipimpin oleh Komandan Pos (Danpos) Yabanda Lettu Inf Ariston Diwan Manik beserta 7 orang anggotanya melaksanakan patroli keamanan di hutan Kampung Yabanda Distrik Senggi Kabupaten Keerom Papua.

Pada pukul 11.00 WIT, pada saat keluar dari hutan Yabanda tim patroli keamanan melihat 1  mobil jenis pick up Toyota Hilux warna putih dengan nomor polisi (Nopol) PA 8136 KB yang sarat dengan barang bawaan yang telah ditutupi terpal di pinggir jalan kampung. Terakhir diketahui mobil milik berinisial NAN (37) alamat Kampung Tanah Hitam Abupura Jayapura Papua.

Dikarenakan rasa curiga tim patroli menanyakan kepada NAN tentang kegiatan apa yang mereka lakukan di pinggir hutan jalan kampung dengan muatan mobil yang sangat banyak tersebut. Menurut pengakuan  NAN bahwa yang bersangkutan beserta 3 orang rekannya baru saja selesai memuat kulit kayu dan segera berangkat membawanya ke Arso 2.

Kemudian Danpos Yabanda Lettu Inf Ariston Diwan Manik menanyakan kepada NAN tentang dokumen dan asal KKM yang mereka peroleh tersebut. Namun Sdr. NAN beserta rekannya tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi terhadap kepemilikan kulit kayo masohi tersebut.

NAN tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi. Tim patroli melaksanakan pemeriksaan terhadap NAN beserta barang bawaannya. Setelah dicek, kulit kayu masohi itu sebanyak 51 karung dengan berat 1,1 ton.

Dalam pemeriksaan NAN mengaku bahwa kulit kayu yang ada padanya diperoleh dengan membelinya dari salah seorang warga negara PNG atas nama Chris Humai (69).

Mereka sebelumnya melaksanakan transaksi jual beli kulit kayu masohi di ujung jalan kampung pinggir hutan Kampung Yabanda yang dibawa oleh beberapa warga PNG dengan cara dipikul melalui jalan tikus di hutan dan memasuki wilayah negara Indonesia secara illegal.

Setelah selesai melaksanakan pemeriksaan terhadap NAN dan barang bawaannya, Danpos Yabanda melaporkan hal tersebut kepada Komandan Kompi (Danki) C Lettu Inf Buskamal selaku atasannya yang berada di Pos Karang yang kurang lebih berjarak 6 Km dari Pos Yabanda.

Hal tersebut langsung dilaporkan Danki C kepada Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 121/MK Letkol Inf Imir Faisal yang berada di Pos Komando Taktis (Kotis) yang berkedudukan di Kampung Wonorejo Arso.

“Selanjutnya NAN beserta kulit kayu ilegal itu dibawa ke Pos Kotis. Kita kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Badan Karantina Pertanian Jayapura,” ujarnya.

Untuk NAN, katanya, dipersilakan melanjutkan perjalanan dan disarankan untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk kulit kayu masohi tersebut.

“Saya berterimakasih kepada anggota saya yang telah bekerja keras melaksanakan pengamanan garis perbatasan di wilayah tanggung jawab kami sesuai dengan perintah negara kepada kami. Dan kami akan terus mengawasi setiap jalan-jalan tikus  yang selama ini digunakan sebagai lalu lintas kegiatan illegal, seperti halnya Kulit Kayu Masohi ini kami berkewajiban dan berhak melaksanakan penindakan apalagi ini berasal dari negara lain yang jelas-jelas masuk secara illegal selain itu kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya,” ujar Faishal. (ts/rel)

Loading...
loading...