Wanita dalam Kardus, Ini Alasan Pelaku Bunuh Korban

48

tobasatu.com, Medan | Terungkap motif pembunuhan yang dilakukan oleh Hendri alis Ahen (31), warga Jalan Platina, Perumahan Ivory, Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Titi Papan, Medan, Sumatera Utara terhadap Rika Karina (21) yang jasadnya dimasukkan ke dalam kardus, Rabu (6/6/2018) kemarin.  Aksi itu dilakukan Hendri lantaran kesal terhadap korban yang tidak menepati janji atas jual beli kosmetik. Ia geram karena barang pesanan kosmetik yang dipesan kepada korban tak kunjung tiba.  Sementara uang berkisar Rp4 juta lebih, pembayaran tersebut dilakukan sekitar tanggal 31 Mei 2018.

“Tersangka ini kesal lantaran kosmetik yang ia pesan tidak datang juga meski sudah cukup lama,” ungkap Kapolresta Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto bersama Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira dan Kapolsek Medan Barat Kompol Rudi Silaen, Kamis (7/6/2018).

Dikatakan Kapolrestabes Medan, sebelumnya antara korban dan tersangka sudah pernah jual beli kosmetik dan berjalan lancar.

Pada bulan Mei kemarin, tersangka memesan 17 paket bedak dengan harga satuan Rp 230 ribu, keduanya bertemu di depan SPBU dekat Plaza Milenium.

Di sana korban memberikan uang sebesar Rp4.170.000.  Saat itu korban berjani pesanan tersangka datang paling lambat lima hari saja. Namun berselang lima hari kemudian, pesanan tersangka tak kunjung datang dan saat itu korban mengatakan barangnya sampai empat hari lagi.

“Korban mengatakan kalau barangnya overload jadi agak lama sampainya. Tersangka meminta tolong agar jangan terlalu lama, dan meminta uangnya kembali namun korban mengatakan tidak bisa,” kata Dadang lagi.

Pada 5 Juni 2018 sekitar pukul 22.10 wib korban datang seorang diri ke rumah tersangka naik sepeda motor Honda Scoopy warna putih BK 5875 ABM untuk menjelaskan keterlambatan barang yang dipesan oleh tersangka.   Ketika Berada di ruang tamu kediaman tersangka, korban kembali mengatakan kalau barang pesananya terlambat datang karena kelebihan muatan.

Di sanalah percekcokan keduanya terjadi. Kemudian tersangka menolak kepala korban kebelakang dengan tangan kanan dan kepala korban membentur dinding tangga.

Tidak puas sampai di situ, kemudian tersangka mengambil sebilah pisau bergagang hijau dan menikamkannya ke leher korban sebelah kiri sebanyak satu kali. Lalu tersangka menusuk kembali keleher korban sebelah kanan, kemudian korban terjatuh lalu tersangka menyayat tangan kanan dan kiri korban.

Diyakini sudah tewas, mayat korban kemudian dibawa oleh tersangka ke kamar mandi, disanalah tersangka memasukkan mayat korban kedalam koper warna silver yang sebelumnya dibalut dengan kain, lalu tersangka mengambil serbet dan membersihkan darah yang berceceran dan kemudian memasukan serbet tersebut ke dalam kain yang membalut.

Selanjutnya mayat korban dimasukkan kedalam kardus coklat menaikan ke sepeda motor korban mengikatnya dengan menggunakan tali.

Lalu tersangka menggunakan sepeda motor korban membawa mayat yang terbungkus kotak tersebut menuju Jalan Amir Hamzah dan meletakanya di sana. Lalu tersangka berjalan kaki dan sampai di Jalan Karya menyetop betor pulang ke rumah. (ts-03)

Loading...
loading...