Pilgubsu 2018, Tim Djoss Protes ada 810 Formulir C6 Tak Tersalur

245
Ketua Tim Pemenangan DJOSS, Dame Ana Lumbantobing. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan |  Tim pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus (DJOSS) memberi beberapa catatan yang dianggap telah mencederai pelaksanaan Pilgubsu 2018.

Ketua Tim Pemenangan DJOSS, Dame Ana Lumbantobing, menyebutkan yang menjadi catatan pihaknya pertama adanya perbedaan distribusi maupun jumlah surat suara yang dicetak oleh KPU yang didistribusikan ke 33 kabupaten/kota.

“Ada 32 kabupaten/kota yang beda. Semestinya kalau sudah ditetapkan sekian ditambah 2,5 persen itulah yang didistribusikan ke daerah tersebut,” ujar Dame disela-sela rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat provinsi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Polonia Minggu (8/7).

Ada 3 daerah kata Dame yang cukup mencolok perbedaan mencapai ratusan surat suara. “Pertama Medan sebanyak 711 surat suara, langkat 476 surat suara, asahan 244 surat suara,” katanya.

Kedua lanjutnya, yang menjadi cacatan pihaknya adalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh KPU. “Itu di Kabupaten Papak Barat dan Nias Utara,” katanya

Yang banyak menjadi catatan pihaknya lagi kata Dame adalah proses penyelenggaraan pemilu, dari tingkat TPS yang dinilai tidak melalukan proses  sebenarnya.

“Seperti, tidak melakukan absensi kepada pemilih, setelah pukul 12 TPS tutup, padahal  masih ada pemilih yang ingin menuangkan hal , suaranya dan ada catatan C1 yang diubah oleh KPPS.

Kami sudah melaporkan dan menurut pihak bawaslu laporan kami masih dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

Yang menjadi catatan penting kata Dame adalah dana 1,2 Triliun hibah  APBD yang diberikan ke KPU tentunya adalah untuk menekan golput tetapi pada kenyataannya lain.

“Seperti yang dikemukakan Bawaslu pada rapat ini mereka menemukan 9 persen kali 9 juta pemilih ada 810 ribu C6 (undangan memilih) yang tidak jelas distribusinya.

Bisa kita lihat kegelisahan para pemilih yang tidak mendapatkan C6 dan menanyakan hal pilihnya dan hasil temuanya jelas  tersebar di 33 kabupaten/kota,” katanya. (ts-02)

Loading...
loading...