Viral, Jasad Imam Samudra Utuh Saat Kuburannya Dibongkar

5932
Screenshot video berisikan penampakan jenazah terpidana kasus terorisme Imam Samudra yang kondisinya masih utuh. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Jakarta | Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang berisikan penampakan jenazah yang disebut-sebut merupakan jasad terpidana kasus terorisme, Imam Samudra, Senin (23/7/2018). Kondisi jenazahnya masih utuh saat kuburannya dibongkar. Padahal, Imam sudah dieksekusi mati sekitar 2008 yang lalu.

Dalam video berdurasi 03.34 menit itu, terlihat jenazah Imam Samudra yang dibalut kain kafan perlahan dibuka. Terdengar raung tangis dari sejumlah orang saat kain kafan itu dibuka. Terdengar pula ada yang membaca shalawat nabi dan membaca syahadat.

Sebagai pengantar dalam pesan yang beredar disebutkan bahwa almarhum Imam Samudra sewaktu mau dipindahkan kuburnya ternyata jasadnya masih utuh, meski almarhum dicap sebagai teroris.

“Almarhum Imam Samudra, waktu mau dipindahkan kuburnya, ternyata jasadnya masih utuh. Walau di negeri ini almarhum dicap sebagai teroris. Hanya ia dan Allah SWT-lah yang tahu tujuan hidupnya dan baik-buruknya perjalanan hidupnya. Dan nyatanya, walau telah dikubur lama, ternyata jasadnya masih utuh dan tersenyum manis dan aura wajahnya yang bercahaya bahagia… Subhanallah,” demikian isi pesan berantai dan posting yang beredar.

Namun Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sebagaimana dilansir detik.com menyebutkan bahwa video yang beredar itu hoax. Sebab menurut Setyo, tidak ada pembongkaran makam Imam Samudra. “Ya hoax itu,” kata Setyo.

Setyo bahkan memperlihatkan video yang menunjukkan kondisi makam Imam Samudra masih utuh dan tidak ada tanda-tanda makam itu digali atau dipindahkan.

“Dan jadi berita yang menyatakan makam Imam Samudra digali dan jasadnya masih utuh itu hoax belaka. Jangan percaya dengan berita tersebut. Demikian klarifikasi ini saya sampaikan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh Indonesia,” ujar Setyo Wasisto. (ts-02)

BACA JUGA  Berangkat ke Arab Saudi, Jokowi Bahas Terorisme
Loading...
loading...