Petani Serahkan Sepucuk Senpi Rakitan ke Satgas Yonif 121/MK

1536

tobasatu.com, Papua | Satuan Tugas Batalyon Infanteri 121/MK (Satgas Yonif 121/MK) Kodam I/Bukit Barisan menerima penyerahan 1 pucuk senjata api (Senpi) rakitan dari warga. Satgas Yonif 121/MK bertugas  sebagai pasukan pengamanan perbatasan negara antara Indonesia dan Papua Nugini.

Penyerahan itu dilakukan, Jumat (31/8/2018) pukul 21.15 WIT oleh salah seorang warga berinisial AN (53). Petani ink datang ke Pos Komando Taktis (Pos Kotis) Satgas Yonif 121/MK yang berkedudukan di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.   Dia membawa 1 pucuk senjata api rakitan laras panjang.

Penyerahan senjata api rakitan tersebut diterima langsung oleh Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Satgas Yonif 121/MK Kapten Inf E. Mendrofa.  Menurut AN senjata rakitan tersebut memang miliknya yang diperoleh dari seorang temannya yang sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Selama ini senjata tersebut disimpan dan ditanam di hutan sekitar kampung dan tidak pernah digunakan lagi. AN juga menambahkan selama beberapa bulan ini telah terjadi hubungan dan komunikasi yang baik antara AN dan peronel Satgas 121/MK.

Tidak jarang personel Satgas Yonif 121/MK berkunjung ke rumahnya dan banyak memberi perhatian dan bantuan terhadap dirinya. Atas hubungan baik dan perhatian yang telah diberikan itulah yang membuat dia bersedia dengan sukarela memberikan senjata rakitan miliknya yang selama ini disimpan.

Komandan Satgas Yonif 121/MK, Letkol Imir Faishal mengatakan bahwa proses penyerahan senjata api ini oleh seorang warga tidak secara tiba-tiba. Namun dengan proses pendekatan yang dijalin secara terus menerus.

“Penyerahan senjata api ini oleh warga tidak terjadi secara tiba-tiba, semuanya itu melalui proses yang panjang. Kami lakukan dengan pendekatan secara humanis membangun komunikasi yang baik dengan warga dan memberikan pemahaman secara terus menerus bukan terhadap  AN saja, tapi termasuk kepada warga yang lain di sekitar tempat kami bertugas. Bahwa memiliki senjata api ilegal itu berbahaya dan melanggar hukum sehingga masyarakat dapat memahami serta bersedia dengan sukarela menyerahkannya sendiri tanpa paksaan,” ungkap Faishal. (ts)

BACA JUGA  Dandim 0201/BS: TMMD Bukan Sekadar Membangun Infrastrukur, Tetapi Juga Membangun Mental Masyarakat