Pengorekan Drainase di Medan Dinilai Masih Asal-asalan

636
Anggota DPRD Medan, Hendra DS. (Foto: Ist)

tobasatu.com, Medan | Pengorekan drainase di Kota Medan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dinilai masih asal-asalan. Akibatnya, saat hujan, banjir tetap merendam ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.

Demikian diungkapkan Anggota DPRD Medan Hendra DS, menanggapi banjir yang masih menggenangi Kota Medan.

Disebutkan politisi Partai Hanura itu, Dinas PU masih setengah hati dalam membenahi drainase. Hal ini terbukti lumpur sisa pengorekan drainase tersebut dibiarkan dan tidak diangkut sehingga saat hujan lumpur sisa pengorekan masuk kembali ke dalam parit.

“Dinas PU Kota Medan lemah dalam mengawasi kontraktor yang mengerjakan proyek drainase tersebut,” ujar Hendra DS, Selasa (4/9/2018).

Hendra menyebutkan pengorekan drainase dikerjakan terkesan tidak professional dan asal jadi. Gali lubang di sana sini, tidak ada ujung. Akibatnya, warga sekitar yang dirugikan karena tidak bisa beraktivitas.

“Parahnya lagi lumpur dibiarkan begitu saja berserakan.Contohnya yang terjadi di Jalan Harapan Pasti, Kecamatan Medan Denai. Disana, lumpur dari galian dibiarkan berserakan, ” katanya.

Hendra bahkan menuding proyek pembangunan drainase dinilai tidak memiliki perencanaan yang matang  dan jauh dari pengawasan. Warga sekitar juga tidak diberitahu secara resmi oleh Pemko Medan terkait proyek ini.

“Tidak ada pemberitahuan resmi.Dan banyak pengerjaan proyek drainase ini jugadilaksanakan tanpa memasang plang proyek, ini membuat masyarakat tidak bisa mengawasinya secara langsung, padahal proyek drainase ini nilainya miliaran rupiah,” tegasnya.

Masih kata Hendra, lemahnya pengawasan juga ada dugaan proyek drainase di Medan di mark-up sehingga kualitasnya juga dipertanyakan.

“Sama juga kondisi proyek drainase di jalan Saudara, Simpang Limun Medan.Pengorekan drainase disana juga tanpa plang proyek, ” pungkasnya. (ts-02)

BACA JUGA  DPRD Medan Dorong Pemko Peduli Seni Budaya