Delapan Jam Pasca Dilahirkan, Bayi Lahir Bermata Satu Meninggal Dunia

1135
Bayi berjenis kelamin perempuan terlahir dengan kondisi langka karena hanya memiliki satu mata di keningnya. (istimewa)

tobasatu.com, Madina | Delapan jam setelah dilahirkan, bayi perempuam malang yang lahir dengan satu mata serta tanpa hidung di Panyabungan, Mandailing Natal, ahirnya meninggal dunia, Kamis (13/9/2018).

“Iya benar, karena memang kondisinya yang sangat lemah. Kita juga prediksi umur bayi ini tidak lama,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mandailing Natal, Syarifuddin Nasution, kepada wartawan.

Ia mengatakan, pihak rumah sakit sudah mencoba semaksimal mungkin menangani bayi itu. “Setiap 15 menit sekali selalu dilakukan pengecekan. Selama di rumah sakit, dia juga dipasangi alat bantu pernafasan. Itupun harus lewat mulut. Karena bayi itu terlahir tanpa hidung,” sebutnya.

Baca:bayi terlahir bermata satu hebohkan madina

Saat lahir, kondisi badan bayi sudah membiru. Bahkan dia tidak mengeluarkan tangisan sama sekali. Selain itu denyut jantungnya sangat lemah. “Dibawah 100 beats per minute yang merupakan angka normal. Dokter juga tampaknya sudah memperkirakannya. Karena dalam beberapa kasus, bayi bermata satu hanya bisa bertahan beberapa jam saja,” terangnya.

Saat ini kedua orangtua bayi tersebut juga masih syok atas kondisi ini. “Ibu dan ayahnya masih syok,” ujarnya. Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan penyebab kelainan tersebut.

“Dokter spesialis bayi yang tadi melihat bersama kami, ada beberapa kemungkinan penyebab. Pertama bisa jadi karena obat-obat yang dulu dikonsumsi si ibu, kemudian bisa juga karena virus,” kata dia. Kasus kelahiran seperti ini juga pernah terjadi di luar negeri.

Rata-rata meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. “Ini merupakan kejadian yang ketujuh. Yang terakhir di Mesir dan meninggal beberapa jam kemudian. Kalau kata dokter bayi, bayi perempuan itu tidak akan bertahan lama hidup,” ungkap Syarifuddin.

Syarifuddin mengatakan, anak kelima dari perempuan berinisial S ini lahir secara sesar di RSU Panyabungan. Meski dilahirkan secara sesar, bayi itu tidak prematur. Berat badannya juga terbilang normal seperti bayi yang baru lahir pada umumnya.  (ts-03)

Loading...
loading...