Songsong MTQN ke XXVII, Sumut Gelar Muzakarah Nasional

583
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menjadi Keynote Speaker pada Muzakarah Nasional Menyongsong MTQN XXVII Tahun 2018, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (2/10/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Muzakarah nasional yang diprakarsai Al Jam’iyatul Washliyah dan Jam’iyyatul Islamiyah di Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/10/2018), diharapkan dapat mewujudkan Sumut Bermartabat, yang merupakan visi dan misi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah.

Apalagi, Muzakarah Nasional ini digelar untuk menyongsong penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional ke XXVII yang akan diselenggarakan di Sumut pada 4-13 Oktober 2018 di Medan, Sumatera Utara.

Menurut Edy Rahmayadi, cita-cita untuk mewujudkan ‘Sumut Bermartabat’ itu dapat ditempa melalui shalat, yang merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Selain menguatkan ikatan antara hamba dan Rabb-nya, shalat juga menguatkan ikatan antar sesama aparatur negara, sesama anak bangsa dan sesama umat manusia.

“Nasehat guru saya, para alim ulama, cita-cita mewujudkan Sumut Bermartabat dapat ditempa melalui shalat. Shalat akan menguatkan ikatan. Bukan hanya antara hamba dan Rabb-nya, tapi juga menguatkan ikatan antar sesama aparatur negara, sesama anak bangsa, dan sesama umat manusia,” tutur Edy Rahmayadi saat menjadi pembicara dalam muzakarah yang digelar di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

Edy mengaku sangat tertarik dengan tema yang diusung Muzakarah ini. Hal ini karena tema tersebut terkait langsung dengan aspek kepemimpinan menurut Alquran. Muzakarah ini, kata Edy, akan menambah inspirasi dan bekal bagi dirinya dan Wagub Sumut Musa Rajekshah dalam memimpin Sumut lima tahun kedepan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Sumut Profesor Saiful Akhyar Lubis MA ketika menjadi moderator dalam Muzakarah Nasional mengatakan, banyak pihak yang sangat tertarik untuk mendalami visi misi Sumut Bermartabat, yang diusung Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah dalam membangun Provinsi Sumut. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara khususnya negara-negara ASEAN.

BACA JUGA  Tokoh Pendiri Al Jam'iyatul Washliyah Diusulkan Dijadikan Nama Jalan di Kota Medan

“Inilah sebenarnya mendorong para bapak/ibu hadirin di sini. Untuk mendengar langsung dari lisan orang pertama yang mengusung Sumut Bermartabat sebagai visi misi. Tertitip keinginan dari yang hadir ini semua, bagaimana untuk mengaplikasikan di tempat masing-masing. Walaupun mereka bukan gubernur dan wakil gubernur, mereka ingin berpesan pada gubernur dan wagub bagaimana supaya meniru Sumut,” jelas Saiful Akhyar.

Saiful Akhyar juga mengatakan, dipilihnya Sumut menjadi tempat dilaksanakan Muzakarah Nasional tersebut, karena adanya keinginan dari saudara-saudara dari seluruh Indonesia untuk mengenal lebih dekat sosok Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, yang memiliki visi misi Sumut Bermartabat. “Tidak hanya dari Indonesia, peserta Muzakarah Nasional ini juga dari negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam,” ujarnya.

Adapun pembicara yang hadir pada Muzakarah yakni DR H Aswin Rose Yusuf yang membicarakan tentang mewujudkan Sumut Bermartabat sekaligus resolusi konflik dan peran pemimpin menurut pandangan agama. Kemudian, Dr Connie Rahakundini Bakrie membicarakan tentang Islam, Teknologi, dan Masyarakat yang Bermartabat, serta Profesor Dr Der Soz Gumilar Rosliwa Somantri tentang Potensi Sumber Daya Alam dalam Meningkatkan Ketahanan Nasional.

Muzakarah ditutup dengan closing statement dari Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat Profesor Dr H Imam Suprayogo, yang menyimpulkan  bahwa kesalahpahaman yang selama ini banyak terjadi dalam menghadapi konflik yang berkaitan dengan agama adalah disebabkan oleh manusia-manusia yang lebih fokus mengembangkan akal. (ts-02)