BPBD Medan Sosialisasikan Gerakan Sekolah Sungai untuk Kurangi Resiko Bencana

237
Wali Kota Medan Drs.Dzulmi Eldin saat memimpin apel kesiapsiagaan bencana, yang digelar BPBD Kota Medan, Rabu (7/11/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Pemerintah Kota Medan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mensosialisasikan gerakan sekolah sungai untuk mengurangi resiko bencana.

Sosialisasi Sekolah Sungai ini disampaikan saat apel yang dipimpin Wali Kota Medan Drs.Dzulmi Eldin, Rabu (7/11/2018). Apel diikuti ribuan peserta di Rajasyah Outbond dan Edukasi, Jalan Bunga Pariama Kelurahan Namu Gajah Medan Tuntungan.

Apel diikuti unsur TNI, Polri, Sat Pol PP, Kepala Lingkungan se-Kota Medan, relawan dan BPBD Kota Medan ini digelar guna memberikan sosialisasi mengenai program Sekolah Sungai merupakan gerakan komunitas yang tangguh dalam mengurangi resiko bencana.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan, kesadaran mengurangi resiko bencana ini harus berbasis komunitas, jika komunitas sekolah sungai ini kuat maka gerakan ini dapat disebarkan kepada masyarakat luas.

“Kalau masyarakat tidak diajak, tidak dilibatkan, dan tidak  mendapat kewenangan dalam bersama-sama membangun wilayah DAS sesuai dengan peruntukannya niscaya program ini tidak akan berjalan lancar,” ungkap Wali Kota

Melalui Sekolah Sungai ini, sambung Wali Kota, semua pihak akan bisa bergotong-royong menekan laju kerusakan sungai dan mengelola sungai dari hulu ke hilir untuk mencegah terjadinya bencana.

“Adapun aktivitas nyata yang dapat dilaksanakan meliputi kegiatan bersih-bersih sungai, pengelolaan sampah, penataan saluran drainase, pemanfaatan teknologi tepat guna dan penanaman pohon penghijauan di lokasi yang melibatkan komunitas kawasan sungai,” ujar Wali Kota.

Sebelumnya, dalam laporannya Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring menyampaikan, tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, membawa semangat kebersamaan, kesetiakawanan sosial, gotong-royong yang baik sehingga kembali tercipta nilai budaya di masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana di Kota Medan.

“Selain membangun nilai budaya, Sekolah Sungai diharapkan dapat mewujudkan komunitas yang mampu mengelola dan risiko bencana. Kemudian, melalui gerakan ini juga diharapkan dapat menciptakan mematung atau komunikasi sebagai agen pengkaderasi dan dalam memperkuat gerakan pengurangan risiko bencana”, kata Arjuna

Pada pelaksanaan apel ini, Wali Kota juga menyerahkan bibit pohon, cangkul, sekop, garpu taman dan perlengkapan lapangan lainnya secara simbolis kepada 6 orang peserta.

Usai pelaksanaan apel para peserta melaksanakan kegiatan barsih-bersih sungai dan penanaman pohon di bantaran sungai Tuntungan. (ts-02)

Loading...
loading...