Tujuh Mahasiswa yang Tewas di Karo Dibawa ke Rumah Duka

867

tobasatu.com, Tanah Karo | Ketujuh orang mahasiswa salah satu universitas di Kota Medan yang tewas akibat tertimpa tembok pembatas di Pemandian Daun Paris Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (2/12/2018) pagi dibawa ke rumah duka.

Korban yang tewas dibawa dari Rumah Sakit Amanda Berastagi. Isak tangis keluargapun pecah ketika jenazah dimasukan ke dalam mobil ambulance untuk diantarkan ke rumah duka masing-masing diantaranya Medan dan Tanah Karo.

“Sudah dibawa ke rumah duka dari Rumah Sakit Amanda,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin, Minggu (2/12/2018) siang.

Namu kata Natanail, pristiwa itu bukanlah bencana alam tanah longsor sebagaimana dikabarkan sebelumnya, itu terjadi akibat rubuhnya tembok pembatas di joglo (gubuk) tempat korban menginap.

“Itu bukan bencana tanah longsor, jadi tembok pembatas di belakang gubuk berdinding tepas itu roboh menimpa mahasiswa yang kebetulan beristirahat di sana,” tandas Natanail.

Ia juga mengungkapkan kalau ke tujuh korban sudah terdata. “Kita bekerjasama dengan kepolisian dan TNI, dan semua korban tewas telah terdata. Korban yakni, Santika Theresia, Emiya Br Tarigan, Mones, Enjelita Br Ginting, Kerin Julanaita Br Bangun, Sendi Simamora, dan Elsa sari Br Ginting,” katanya.

Sementara itu Kapolres Karo, AKBP Benny R Hutajulu mengatakan, saat itu para korban tengah mengikuti kegiatan malam keakraban dan menginap di tempat istirahat yang ada di pemandian tersebut. “Sebagian besar korban merupakan mahasiswa senior dan mahasiswa baru,” katanya pada wartawan.

“Tadi pagi curah hujan cukup deras, kemungkinan besar tembok rubuh akibat hujan. Personel dan tim gabungan sudah mengevakuasi dan pendataan, saat ini jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing,” tambahnya. (ts-03)

BACA JUGA  Omset Pedagang di Pasar Buah Berastagi Menurun