Permintaan Tak Dipenui, Luhut Bakar Mobil, Warung Tuak dan Rumah Warga

707

tobasatu.com, Kisaran | Personel Sat Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja menangkap seorang pelaku pembakaran terhadap mobil, warung dan rumah warga di Dusun 3, Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

Pelaku diringkus pada Selasa (4/12/2018) kemarin setelah pihak kepolisian menerima laporan dari Kepala Desa Aek Loba, bahwa kediaman seorang warga bernama Anto Tarigan telah dibakar orang tidak dikenal.

Dari sana polisi langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP. Dari keterangan beberapa orang warga, polisi mencurigai seorang pelaku yang bernama Luhut May Fredi Hutagalung. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan berhasil meringkus pelaku di warung tuak Dusun 1, Desa Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.

Saat dimintai keterangan, pelaku mengakui perbuatannya telah membakar rumah milik Anto Tarigan. Selain itu pelaku juga mengakui pernah membakar warung tuak milik Ronni Rumapea di Dusun 3, Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, membakar 3 unit mobil di Dusun 1, Desa Aek Loba Afdeling 1, Kecamatan Aek Kuasan, serta membakar 1 unit mobil di Dusun 2, Desa Aek Loba, Afdeling 1, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

Enam pristiwa pembakaran itu dilakukanya selama enam bulan belakangan. Anehnya, pelaku mengakui kalau aksinya itu didasari tanpa masalah dengan pemilik rumah dan mobil.

“Enggak ada masalah aku sama pemilik rumah atau pun pemilik mobil itu. Ku bakar gitu aja rumah dan mobil-mobil itu,” jelas Luhut kepada wartawan.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan, 6 peristiwa pembakaran yang terjadi dalam 2 bulan terakhir di wilayah Hukum Polsek Pulau Raja telah berhasil di ungkap oleh Tim Sat Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja.

BACA JUGA  Rumah Dibakar OTK, Suami Dianiaya, Istri Selamatkan Tiga Anak dengan Berlari ke Jurang 

“Hasil interogasi sementara bahwa pelaku merupakan alkoholic atau peminum minuman keras jenis tuak, sehingga memicu untuk melakukan tindak pidana. Namun kami masih mendalami dan jika diperlukan kita akan membawa tersangka ke Polda Sumut untuk di periksa kejiwaan nya,” jelas Faisal didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto, Jumat (7/12/2018).

Lanjut Faisal, pelaku merupakan resedivis kasus narkoba tahun 2012. “Pengakuanya aksi itu dilakukan sendirian dan dalam keadaan mabuk. Pelaku juga pernah merasa sakit hati karena permintaannya untuk menambah minuman tuak tidak dipenuhi oleh pemilik warung. Pelaku dijerat denga pasal 188 Junto Pasal 187 KUHPidana,” tandas Faisal. (ts-03)