Istri Terlibat Pembunuhan Suami Menangis Saat di Sidang

270
tobasatu.com, Pancurbatu | Hanya bisa tertunduk dan menangis. Itulah yang dilakukan Chory Kumulia Dewi alias Dewi (25) warga Dusun XI Ulu Brayun Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat ketika duduk di kursi terdakwa, Rabu (19/12).
Terdakwa disidangkan di Pengadilan Negeri Lubukpakam Cabang Pancurbatu. Sidang beragenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dona Martinus Sebayang SH dan Ade Barus SH dipimpin Majelis Hakim Angga Lanton B Manalu SH MH.
Dalam sidang dakwaan ini, JPU menghadirkan tiga orang saksi. Dalam keterangan di persidangan itu, masing-masing saksi memberatkan terdakwa. Mendengar keterangan ketiga saksi yang memberatkannya, terdakwa hanya bisa tertunduk lesu dan menangis.
Untuk mendengarkan tuntutan dari JPU,  Angga Lanton B Manalu selaku ketua majelis hakim menunda sidang dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu 9 Januari 2019.
Sementara itu, dalam dakwaannya, JPU  menjelaskan kalau terdakwa telah berencana bersama Ganda Winata untuk menghabisi nyawa suaminya, Muhammad Yusuf warga Dusun II Ulu Brayun, Desa Ara Cendong, Stabat, Langkat, suaminya. Oleh sebab itu,  terdakwa dikenakan Pasal 340 jo 338 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
Dalam dakwaannya JPU menjelaskan kalau terdakwa bersama Ganda Winata (DPO-red) pada Kamis 13 September 2018 sekitar pukul 18.30 WIB, bertempat di rumah Ganda Winata di Desa Jonjong, Bahorok, Langkat, melakukan perencanaan untuk menghabisi nyawa Muhammad Yusuf bukan hanya sekali. Sebelumnya pada Selasa 4 September 2018, terdakwa dan Ganda Winata juga telah merencanakan pembunuhan terhadap korban di rumah kerabatna yang di Jalan Bersama Lingkungan V, Stabat, Kab Langkat.
Dalam perencanaan itu, Ganda mengatur siasat agar korban bersedia diajak jalan-jalan pada Rabu 12 September 2018.
Lalu dengan alasan mengajak korban untuk menghadiri acara pesta di Aceh, korban berhasil ikut dengan terdakwa dan Ganda.
Pada Rabu 12 September sekitar pukul 17.00 WIB, terdakwa menghubungi Ganda agar menjemput mobil rental yang berada di Simalingkar. Dengan menggunakan sepeda motor Supra warna Hitam BK 6808 AQ, terdakwa bersama Ganda mengambil mobil rental Daihatsu Ayla Elegant warna putih BK 1191 AE.
Dengan menggunakan mobil rental tersebut, terdakwa bersama Ganda Winata menjemput korban di Binjai Super Mall dan berangkat menuju Aceh. Saat di dalam perjalanan, korban sempat tertidur. Lalu terbangun sekitar pukul 05.00 WIB, Kamis 13 September korban minta agar perjalanan ke Aceh dibatalkan karena ia akan masuk kerja.
Karena alasan mau masuk kerja, Ganda  memutar balik kendaraan yang ia kemudikan dan tiba di Langkat sekitar Jam 10.00 Wib. Seusai mengajar, korban kembali dijemput dan diajak berrekreasi ke daerah Batu Katak, Bahorok.
Usai berekreasi, terdakwa dan Ganda  mengajak korban untuk pulang.Saat itulah, Ganda Winata berpura-pura mobil yang dikemudikannya rusak. Ganda membuka cup mobil dan menyuruh terdakwa untuk duduk di salah satu warung pinggir jalan yang sudah tutup, sedangkan korban tertidur di dalam mobil.
Melihat korban tertidur pulas didalam mobil, Ganda langsung menjerat tali keleher korban dari belakang dan mencekiknya. Setelah memastikan kalau korban sudah tidak bernyawa, Ganda menidurkannya di bangku tengah dan menyuruh terdakwa duduk di bangku depan tempat korban awalnya duduk.
Terdakwa Dewi dan Ganda (DPO-red) membawa mayat korban ke arah tanah karo. Namun belum sampai di Desa Sibolangit, Ganda melihat ada jurang dan sepi. Tak mau berlama-lama, terdakwa dan Ganda membuang mayat korban ke jurang di Dusun I, Desa Sibolangit, Deliserdang.
Pada  Jumat t 14 September 2018, warga yang hendak ke ladang melihat sosok mayat dan memberitahukannya kepada pihak kepolisian. Setelah dilakukan pengusutan oleh petugas Polsek Pancurbatu dan Polrestabes Medan akhirnya diketahui kalau mayat yang dibuang tersebut bernama Muhammad Yusuf.
Setelah diketahui identitas korban dan pelaku pembunuhan, kakak korban, Nurul Khofifah (44) warga Kompleks Pemda Kuala Bingai Lingkungan XIII Kel Kuala Bingai, Stabat, Langkat kakak korban membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan. (ts-22)
Loading...
loading...