Boru Siregar Dirampok, Dianiaya di Perladangan Buah Naga

326
tobasatu.com, Pancurbatu | Rahma boru Siregar (22) warga Alvokat Sembilan Tanjungmulia, Medan dirampok di Dusun Namo Pecawir, Desa Tuntungan II, Pancurbatu, Deliserdang.

Selain dirampok, Rahma juga dianiaya hingga babak belur. Karena luka tersebut, ia dilarikan ke RS Adam Malik Medan.
Data dihimpun wartawan, Jumat (4/1), peristiwa dialaminya, Selasa (1/1). Awalnya korban bersama lima orang temannya sesama wanita berekreasi ke salah satu tempat yang ada di Desa Durin Tonggal, Pancurbatu, Deliserdang.
Namun korban meminta ijin kepada teman-temannya untuk duluan pulang kerena ingin masuk kerja. Meskipun dilarang para teman-temannya, korban berkeras untuk pulang sendiri. Karena tidak ada kendaraan, korban berjalan kaki sendiri menuju gerbang taman rekreasi tadi.
Setelah melewati pintu gerbang, korban bertemu dengan sosok pria yang tidak ia kenal menunggangi sepeda motor dan menawarkan untuk mengantar korban. Karena memang butuh tumpangan, korban tidak menolak dan naik ke sepeda motor yang dikendarai pemuda yang ditaksir berusia 22 tahun itu.
Setelah beberapa saat berjalan, pria tadi singgah di sebuah warung dan menukar sepeda motor. Dengan menggunakan sepeda motor Honda Bead warna putih les biru, korban dibawa ke arah Tuntungan.
Awalnya korban bertanya kenapa jauh kali dan tidak sampai ke Padang Bulan sesuai yang ia minta kepada pria tadi. Dengan santainya, pria yang belum diketahui identitasnya ini mengatakan kalau jalan yang mereka lalui jalan memotong untuk menuju Padang Bulan.
Korban semakin curiga karena jalan yang mereka lalui semakin sepi sehingga ia mendesak terus bertanya. Karena terus didesak, pria tadi mencekik leher korban dan memukul kepalanya dengan batu sehingga korban tersungkur bersimbah darah di daerah perladangan buah naga yang berada di Dusun Namopecawir, Desa Tuntungan II, Pancurbatu, Deliserdang.
Melihat korban tak berdaya, pelaku pergi meninggalkannya begitu saja sambil mengambil dompet yang berisikan uang ratusan ribu dan HP merek Oppo milik korban.
Dengan tenaga yang tersisa, korban berusaha bangkit dan mendatangi rumah yang ditempati Adi Pakpahan (30) penjaga perkebunan buah naga. Melihat korban dengan kondisi kepala berdarah-darah, Adi Pakpahan langsung menidurkan korban diteras rumah yang ia tempati dan menghubungi warga lainnya.
Dengan menggunakan sepeda motor, korban dibawa warga ke rumah S Sembiring, tokoh masyarakat setempat. Melihat kondisi korban semakin lemah, warga menghubungi petugas Polsek Pancurbatu. Mendapat kabar kalau ada korban perampokan, petugas Reskrim Polsek Pancurbatu meluncur ke lokasi dan membawa korban ke rumah sakit.
Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan SH MH yang dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami motif perampokan yang menimpa Rahma boru Siregar. Selain itu kata mantan Kabag Sumda Polres Tanah Karo ini, anggota juga telah dibagi untuk mengejar pelaku.
“Pihak keluarga korban juga telah dihubungi untuk membuat laporan resmi ke Polsej Pancurbatu,” ujar perwira berpangkat satu melati ini. (ts-22)
BACA JUGA  Usai Ribut dengan Istri, Dipukuli Tetangga Sampai Bibir Berdarah 
Loading...
loading...