Pengelolaan Sampah Diambilalih Dinas Kebersihan, TPA Namo Bintang Diaktifkan Kembali

396
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ketika meninjau Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Namo Bintang.

tobasatu.com, Medan | Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan akan mengambilalih pengelolaan sampah yang selama ini ditangani oleh masing-masing kecamatan.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin melalui Kadis DKP Kota Medan M Husni menjelaskan, guna merealisasikan Medan bebas sampah tersebut, Pemko Medan telah mempersiapkan sejumlah program diantaranya dengan melakukan penambahan armada, serta mengoperasikan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Namo Bintang  guna mendukung  TPA Terjun untuk menampung sampah yang dihasilkan warga setiap harinya.

Dikatakan Husni, salah satu kendala yang dialami DKP dalam penanganan sampah karena kurangnya moda angkutan sampah. Sebab, angkutan pengangkut sampah yang dimiliki tidak sebanding dengan sampah yang dihasilkan.

Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan DKP, jelas Husni, setiap warga Kota Medan menghasilkan 0,7 kg sampah perhari. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Medan yang saat ini mencapai sekitar 2,9 juta, maka sampah yang dihasilkan warga setiap harinya sekitar 2.000 ton. Ditambah lagi wilayah Kota Medan cukup luas dengan memiliki 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 2001 lingkungan.

“Sebelum tahun 2018, moda angkutan yang  masih bisa dioperasikan untuk mengangkut sampah hanya berjumlah 273 unit. Menyikapi minimnya jumlah moda angkutan sampah itu, makanya kita melakukan penambahan 40 unit konvektor, termasuk becak di tahun 2018.  Jumlah ini pun masih dirasakan kurang, karenanya kita berupaya melakukan penambahan kembali di tahun 2019. Rencananya, ada 20 unit konvektor serta moda pendukung lainnya seperti alat berat, amrol dan bak sampah yang ditambah. Penambahan ini juga kita lakukan berdasarkan bentangan dan luas jalan di Kota Medan,” kata Husni.

Apabila jumlah moda angkutan sampah itu terpenuhi, Husni pun optimis pengangkutan sampah akan dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Artinya, pengangkutan sampah mulai dilakukan dari  wilayah tempat tinggal masyarakat hingga TPA.

BACA JUGA  Pemko Medan Tertibkan Papan Reklame di 13 Ruas Jalan

“Semoga tahun ini penambahan armada angkutan sampah terealisasi. Dengan demikian sleuruh smapah yang ada ada dapat diangkut hingga TPA,” jelasnya.

Di samping armada, Husni pun optimis penanganan sampah akan lebih maksimal di tahun 2019. Sebab, penanganan sampah kembali ditangani DKP sehingga seluruh personel beserta peralatan yang ada dapat dimobilisasi untuk mengatasi permasalahan sampah, termasuk pasukan Melati dan Bestari. Sebab, Husni mengaku pihaknya telah mempersiapkan SOP terkait tata pengelolaan sampah sehingga lebih maksimal.

“Dengan SOP tersebut, masing-masing telah memiliki sistem kerja dan mengetahui apa yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Mantan Kadispenda Kota Medan itu selanjutnya menambahkan, penanganan sampah harus didukung dengan keberadaan TPA. Saat ini bilang Husni, TPA yang dioperasikan hanya TPA Terjun di Kecamatan Medan Marelan dengan lahan seluas 12 hektar. Di tahun 2019, Husni tidak mau lagi TPA hanya berfungsi hanya tempat menampung sampah. Karenanya,  harus dilakukan perubahan konsep dengan melakukan pengelolaan terlebih dahulu dengan menggunakan sistem 3R yakni Resuse, Reduse dan Recycle. (ts-02)

Loading...
loading...